SERANG- Sebanyak 12.700 rumah di sejumlah wilayah di Kabupaten Serang dalam keadaan tidak layak huni. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Untuk menyikapi persoalan tersebut, menurut Tatu Pemerintah Kabupaten Serang menargetkan setiap tahun 2000 rumah dapat direnovasi.
Hari ini Pemerintah Kabupaten Serang pun melaksanakan peresmian peletakan batu pertama pembangunan atau renovasi rumah tidak layak huni melalui bantuan CSR Bank Jabar Banten (BJB), Korpri dan Baznas Kabupaten Serang, di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Senin (17/7).
Tatu mengaku gembira sejumlah pemangku kepentingan mau bahu membahu merealisasikan pembangun rumah tidal layak huni atau bedah rumah yang jumlahnya melalui bantuan Korpri sebanyak 33 rumah , Baznas sebanyak 70 rumah, dan CSR BJB untuk tahun 2017 sensual 98 rutilahu.
“Tentu ini harus ada banyak dukungan dari berbagai pihak,” paparnya saat mengisi konferensi pers, Senin (17/7).
Sisa anggaran dana dari Korpri sendiri, jelas Tatu, sekitar Rp 625 juta yang akan dikelolah oleh Baznas Kabupaten Serang. Kemudian ploating dari Baznas setiap tahunnya, lanjutnya, diperuntukan membangun Rumah tidak layak huni pada tahun 2017.
“Tentunya bisa meningkat lagi, yang tadinya 70 rutilahu, mungkin tahun depan angka yang bisa dikumpulkan dari Baznas ini bisa meningkat lagi. Kemudian bantuan dari bjb memang tahun ini diutamakan untuk Rumah tidak layak huni di Kabupaten Serang,” lanjutnya.
Anggaran dari pemerintah Kabupaten Serang sendiri, terang dia, dana untuk pembangunan rutilahu masih belum memadai, mengingat kebutuhan anggaran terbagi dengan lainnya seperti infrastruktur jalan.
“Ini juga masyarakat Kabupaten Serang menyampaikannya memintanya dengan cukup keras karena jalan merupakan jantung mereka untuk berkegiatan sehari-hari seperti perekonomian, bekerja, sekolah agar tidak terganggu,” terangnya.
Ia berharap bisa melibatkan banyak pemangku kepentingan baik dari Csr dan kalangan industri yang jumlahnya cukup banyak yang kemudian bisa maksimalkan perolehannya dari Baznas. oleh sebab itu, ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Serang yang mampu perekonomiannya dapat membayar zakat sehingga peruntukan rutilahu dapat lebih banyak lagi.
Ia sangat optimis realisasi rutilahu ini dapat berjalan sesuai target dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk Pemerintah Provinsi, Kementrian, Swasta dan masyarakat.
“Masyarakat ini dapat gotong-royong membangun rumah, selain lewat dana mereka bisa berpartisipasi melalui lainnya seperti bahu membahu membangun rutilahu ini. Saat ini, kan persoalan gotong royong itu sudah hampir punah,” terangnya.
Direktur Keuangan Bank Jawa Barat (BJB) Nia Kurnia, dana yang dikucurkan program rutilahu dari BJBi sebesar 2,5 milyar yang merupakan bantuan CSR.
‘”Untuk pembangunan-pembangunan lainnya itu kami memang sudah ada lokasi untuk di setiap Kabupaten-Kota baik di Banten maupun Jawa Barat kami serahkan pada skala prioritas pembangunan di wilayah masing masing, apakah untuk bedah Rumah atau pembangunan jembatan dan lain sebagainya. Jadi kami selaraskan dengan pembangunan di kabupaten kota masing masing,” jelasnya, Senin (17/7).
Kabupaten Serang, papar Nia, pada tahun 2017 menggelontorkan 1,4 milyar dana yang merupakan dana gabungan dari tahun 2017 dan sisa dana tahun 2016. Dimana kata Nia besaran Csr ke setiap Kabupaten Kota di proporsional kan dengan kepemilikan saham di masing-masing daerah atau Kabupaten-Kota.
Ia memastikan hampir setiap tahun mendapat keuntungan, sehingga memungkinkan besaran Csr pun meningkat dari tahun ke tahun. “Semoga dengan suport dari pemerintah kabupaten Serang beserta seluruh masyarakat mudah mudahan bisnis semakin meningkat dan keuntungan meningkat dan itu akan kembali lagi sekaligus dirasakan oleh pemerintah kabupaten Serang beserta masyarakatnya,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).