LEBAK – Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyerahkan 120 sertifikat hak cipta motif untuk tenun Baduy kepada perajin warga Suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (12/10).

Selain menyerahkan sertifikat hak cipta, Menkop dan UKM menyerahkan sertifikat merk serta menyelenggarakan pelatihan kepada para pengrajin tenun dan memberikan bantuan kepada masyrakat pra sejahtera.

“Kita berikan hak cipta agar tenun baduy terlindungi secara hukum, sehingga tidak bisa diakui oleh negara lain. Kalau sudah bersertifikat saya harap tenun baduy menjadi lebih baik dalam kualitas dan karyanya,” kata Menkop di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (12/10).

Ngurah Puspayoga mengatakan, diberikannya sertifikat hak cipta untuk tenun Baduy, karena motifnya memiliki ciri khas sendiri. Ia juga mengaku sangat tertarik dengan tenun hasil warga suku Baduy tersebut.

“Tenun Baduy harus ditingkatkan kembali kualitasnya. Terkait hal itu, saya sekarang akan memberikan pelatihan kepada para pengrajin agar bisa menghasilkan karya tenun yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Pelatihan ini, lanjutnya, tidak akan menghilangkan ciri khas tenun baduy itu sendiri, ini hanya memberikan pelatihan agar hasil tenun Baduy lebih bagus kualitasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).