14 Hari, 2.750 Pelanggaran Lalu Lintas Terjadi di Kota Serang

AKP Ali Rahman Cipta Perwira

SERANG – Dalam Operasi Zebra Kalimaya 2017 selama 14 hari, Polres Serang Kota menindak 2.750 pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Serang Kota. Sebanyak 2.200 dilakukan penilangan, sementara 550 lainnya berupa teguran.

Kasatlantas Polres Serang Kota AKP Ali Rahman Cipta Perwira menjelaskan, yang mendominasi pelanggaran adalah sepeda motor. Namun banyak juga kendaraan roda empat atau lebih, baik kendaraan pribadi maupun umum yang melakukan pelanggaran.

“Kemudian jenis pelanggarannya; surat-surat, boncengan lebih dari satu, kelengkapan teknis kendaraan. Kalau kendaraan umum; surat-surat, pintu yang tetap terbuka saat beroperasi, dan naik turun penumpang di sembarang tempat,” ujar Ali kepada Radar Banten Online di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Terkait lokasi razia, dijelaskan Ali, operasi tersebut dilakukan di sejumlah tempat berbeda dengan cara berpindah-pindah. Beberap tempat yang dijadikan lokasi operasi di antaranya, Islamic Center Kota Serang, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Ciceri, jalur arah Kramatwatu, Baros, Tugu Debus, dan sejumlah lokasi rawan terjadinya kecelakaan.

Selama operasi, menurut Ali, petugas banyak menemukan pengendara yang berusaha menghindari operasi dengan cara memutar arah dan berhenti di tepi jalan.

Menurutnya, hal tersebut manusiawi. Beruntungnya, sikap pengendara tersebut tidak menimbulkan kecelakaan.

“Imbauan, melengkapi persyaratan teknis, perhatikan keselamatan, demi kenyamanan, dan menjaga keselamatan diri. Meski Operasi Zebra selesai, bukan berarti tidak akan ada penindakan lagi,” ujar Ali. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)

BAGIKAN