SERANG – Pembangunan industri dan perumahan di Kabupaten Serang berdampak besar terhadap keberadaan lahan pertanian. Dinas Pertanina mencatat Alih fungsi lahan akibat pembangunan sepanjang tiga tahun, dari 2011 hingga 2014 mencapai 779 hektar.

Kasi Tanaman dan Pangan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Duhani menyatakan, dampak dari pembangunan terhadap kurangnya lahan pertanian di Kabupaten Serang sangat tinggi.

“Tercatat sebelumnya lahan pertanian di Kabupaten Serang seluas 49.400 hektar, terhitung sejak 2011 hingga 2014 lahan yang beralihfungsi menjadi bangunan seluas 779 hektar,” ujar Zaldi, saat di temui di kantornya, Jumat (29/5/2015). “Paling besar untuk pembangunan industri dan perumahan,” sambungnya.

Lebih lanjut Zaldi mengatakan, banyak perusahaan yang melakukan pemaksaan saat membeli tanah warga.” Ada salah satu perusahaan yang mengurug lahan warga tanpa membicarakanya terlebih dahulu, agar harganya turun. Akhirnya mau tidak mau warga harus menjualnya,” kata zaldi, seraya tidak menyebutkan perusahaan yang dimaksud. (Rahmatullah)