Peringatan Hari AIDS Sedunia di Stadion Ona Rangkasbitung, Minggu (3/12).

LEBAK – Sebanyak 355 warga Provinsi Banten meninggal dunia karena terjangkit HIV/AIDS. Dari total 5.451 orang yang terjangkit HIV/AIDS, yaitu 3.560 orang HIV dan 1.891 AIDS.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, angka kumulatif temuan kasus yang terjangkit HIV dan AIDS menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada bulan Agustus 2017 lalu terdapat 3.560 kasus HIV dan 1.891 kasus AIDS.

“Dari ribuan kasus tersebut 355 orang di antaranya sudah meninggal dunia karena HIV/AIDS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo saat memberikan sambutannya di acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Stadion Ona Rangkasbitung, Minggu (3/12).

Sigit menambahkan, upaya penanggulangan HIV/AIDS saat ini diperlukan adanya kebijakan dan strategi yang disepakati oleh semua pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta. Selain itu diperlukan juga partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama bergerak dalam satu tujuan yaitu pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.

“Oleh sebab itu, bagaimana masyarakat bisa bersatu dalam menanggulangi permasalahan penyakit HIV/AIDS. Di Hari AIDS Sedunia ini, kita berharap masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran terhadap penyebaran AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penularan HIV,” katanya.

Sigit melanjutkan, konsep penanggulangan penyakit HIV/AIDS tersebut adalah hasil gagasan pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia ketika mendiskusikan program penanggulangan HIV AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS) oleh pemerintah, organisasi internasional dan lembaga sosial masyarakat di seluruh dunia.

“Tema nasional HAS tahun ini adalah ‘Saya Berani, Saya Sehat’ dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap penyakit HIV/AIDS dengan melakukan tes HIV. Dan jika terjangkit bisa melanjutkan ke pengobatan ARV, artinya cegah penyakit ini sedini mungkin,” tuturnya.

Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini mungkin, berarti telah melakukan perlindungan terhadap orang yang tersayang dan keluarga.

Sebenarnya, lanjut Sigit, pencegahan bisa dilakukan dengan abstinence atau tidak berhubungan sex selain dengan pasangan, be faithful atau saling setia pada satu pasangan, hindari narkoba dan jangan memakai jarum suntik secara bergantian.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah mengatakan, data dari Dinas Kesehatan Lebak dari tahun 2000-2017 jumlah kasus HIV AIDS mengalami peningkatan pada setiap tahunnya.

“Data tersebut menunjukkan sebanyak 207 orang terdeteksi positif terkena penyakit yang membahayakan itu dengan diantaranya meninggal dunia. Usia mereka dari dewasa, remaja, bahkan ibu hamil pun ada,” katanya.

Jumlah tersebut, kata Firman, adalah hasil pemeriksaan terhadap orang-orang yang berisiko yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak.

“Kita lakukan pengobatan secara berkala kepada mereka yang terjangkit virus, dengan harapan mereka dapat terbebas dari penyakit yang bisa merenggut jiwanya,” terangnya. (Omat/twokhe@gmail.com).

BAGIKAN