5 Kiat Tetap Tenang Ketika Menerima Kritik

Ilustrasi stres. Foto: WorktoLive.com

SAAT mendengar penilaian buruk terhadap diri alias kritik negatif, seseorang cenderung akan merasa tidak terima.

Tak jarang, hal tersebut dapat merangsang perasaan tertekan, tak tenang, stres, atau bahkan depresi.

Sebagai penerima kritik, Anda harus bisa menempatkan diri senyaman mungkin. Selain untuk menjaga keseimbangan mental dan konflik, hal ini juga berguna untuk menjaga hubungan baik dengan orang yang tengah mengkritik.

Mengutip Psychology Today, kiat di bawah ini bisa membuat Anda tetap tenang saat menerima kritik dari orang lain seperti dilansir dari klikdokter:

1. Batasi sanggahan.

Menyanggah adalah satu respons yang biasa dilakukan saat seseorang mendapatkan kritik negatif. Entah karena merasa tidak terima atau karena merasa hal itu tidak sesuai dengan dirinya. Hal ini memang tidak masalah, namun jangan sampai sanggahan yang Anda lontarkan malah memperburuk suasana.

Alih-alih ‘membersihkan nama’, salah memilih sanggahan justru bisa menempatkan Anda pada posisi yang salah. Tetap tenang dan susunlah sanggahan Anda hanya pada hal-hal yang tidak akurat dalam kritik yang diberikan.

2. Tarik napas dalam.

Proses penyusunan pembelaan yang terjadi di dalam tubuh bisa membuat tegang dan sulit berpikir jernih. Hanya karena satu hal yang menurut Anda salah, bukan berarti Anda harus menutup mata dan mengabaikan kalimat lain yang disampaikan oleh orang lain.

Untuk menghindarinya, ambil napas dalam-dalam lalu tenangkan diri Anda. Atur napas sedemikian rupa, agar tubuh lebih relaks, sehingga Anda lebih siap menerima seluruh penilaian.

3. Dengarkan dan pahami.

Saat seseorang meluangkan waktu untuk memberi Anda kritik, percayalah bahwa itu adalah hal yang patut disyukuri. Dengarkan dan pahamilah apa saja yang disampaikan oleh mereka. Dan saat Anda dikritik, terima saja dan katakan pada diri sendiri untuk tidak mendebat, apalagi melawan.

Percayalah, akan ada saatnya Anda melakukan penilaian terhadap si pemberi kritik. Tahanlah seluruh pandangan Anda terhadapnya sampai waktu itu tiba. Jangan pernah memasukkan poin kritik untuk orang lain dalam materi pembelaan diri Anda.

4. Minta maaf.

Meminta maaf akan menunjukkan kepada pemberi kritik bahwa Anda mampu mengambil tanggung jawab, bukan hanya menghindarinya. Selain itu, jangan lupa mengucapkan terima kasih. Kemudian minta bagian Anda untuk membela diri dan meralat apa yang menurut Anda tak sesuai dalam kritik tersebut.

Cara seperti ini akan lebih mampu menjaga keseimbangan dan menghindari adu argumen yang sengit. Buatlah orang yang memberi kritik tahu bahwa Anda mendengarkannya dan memikirkan apa yang dia sampaikan.

5. Jangan dengarkan saat Anda tidak bisa.

Sekalipun kritik adalah satu hal yang penting dan wajar, Anda harus tahu batasan-batasan diri. Saat Anda benar-benar merasa lelah dan tak siap dikritik, beritahu pada rekan Anda.

Mintalah dia menyampaikan ‘unek-uneknya’ di lain kesempatan, saat Anda benar-benar siap. Sebab saat lelah, Anda mungkin akan menjadi lebih sensitif dan sulit menerima masukan apa pun.

Sejatinya, kritik merupakan suatu masukan dari orang lain, yang bisa Anda manfaatkan untuk memperbaiki diri. Karena itu, hadapi setiap kritik yang diberikan dengan senyum dan tetap tenang. (NB/RVS/JPNN)

BAGIKAN