SERANG – Puluhan massa yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar) Lebak mendesak Kejaksaan Tingggi (Kejati) Banten untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan penggunaan dana Jamkesmas Kabupaten Lebak dalam rentang waktu 2008-2011 senilai Rp25 miliar.

Demonstran menilai ada pihak lain yang mesti ditetapkan sebagai tersangka baru karena surat keputusan (SK) untuk Jamkesmas tersebut bukan hanya kepada Direktur RS Adjidarmo, Indra Lukmana. “Kejati harus mengusut tuntas kasus ini. Kami yakin SK tersebut tidak hanya jatuh pada direktur. Kejati harus mengusut dan menetapkan tersangka baru,” ujar Sidik, salah satu demonstran di depan Kejati Banten, Senin (4/4/2015).

Dalam aksinya mereka berorasi di depan Kejati Banten. Mereka menuntut untuk bertemu dengan perwakilan dari Kejati Banten. Namun demikian, tidak ada satu pun pihak Kejati yang menemui para demonstran. Kecewa dengan itu, para demonstran mengguncang-guncangkan gerbang besi kantor Kejati Banten, sebelum akhirnya membubarkn diri.

Untuk diketahui, sebelumnya Penyidik Kejati Banten berjanji akan menuntaskan kasus dugaan korupsi Jamkesmas Kabupaten Lebak. Bahkan pihak Kejati Banten telah menetapkan Direktur RS Ajidarmo Indra Lukmana, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan penggunaan dana Jamkesmas Kabupaten Lebak dalam rentang waktu 2008-2011 senilai Rp25 miliar ini. (Wahyudin)

BAGIKAN