SERANG – Koalisi Masyarakat Penyelamat Aset dan Keuangan (Kompak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Jalan Pandeglang kilometer 4, Kota Serang. Aksi kali ini untuk mengkritisi kinerja Bandan Usaha Milik Daerah Provinsi Banten yakni PT Banten Global Development (BGD). Selain beroasi, mereka juga memainkan alat musik tradisi terbang gede.

Para demonstran menggelar tikar tepat di depan gerbang kantor Kejati Banten. Sementara itu, demonstran juga memasang baliho ukuran satu meter persegi berisi tuntutan mereka untuk pihak Kejati Banten.

Pada baliho tertulis “Selamatkan uang rakyat Banten Rp314,6 miliar dari kaum kapitalis kere!”.

Para demonstran menduga banyak sekali kejanggalan tetutama dalam hal penambahan modal pada tahun 2013 yang tercatat dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) penyertaan modal Pemprov Banten ke PT BGD dari Rp31 miliar naik sangat signifikan menjadi Rp314,6 miliar pada APBD Perubahan tahun 2013.

“Ketergesaan (menaikan modal) ini dipicu pengesahan Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah ke dalam saham PT BGD,” ujar salah satu demonstran, Ucu Jauhari kepada wartawan di depan Kantor Kejati Banten, Jumat (24/4/2015).

Sambil berorasi, para pemain terbang gede melanjutkan permainan mereka sambil sesekali memberikan celetukan agar aksi mereka mendapat perhatian pihak Kejati Banten. Hingga aksi bubar, pihak Kejati tidak satu pun menemui para demonstran. (Wahyudin)

BAGIKAN