logo Gojek (foto: istimewa)

SERANG – Perseteruan ojek online dengan ojek pangkalan kian memanas. Belum ada titik temu antara keduanya. Demi mengantisipasi keamanan dan ketertiban, terpaksa ojek online dihentikan sementara, hingga Rabu (15/11). Itu pun bila ada kesepakatan antara dua belah pihak.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Ahmad Muzimi. Menurutnya, sebelum ada kesepakatan, ojek online jangan dulu beraktifitas.

“Duduk bersama antara opak dan ojek online. Karena Pak Wali Kota menginginkan semua terakomodir baik konvensional maupun online,” kata dia lewat telepon, Senin (13/11).

Ia berpendapat, ini menyangkut keamanan dan ketertiban di lapangan, jangan sampai ada keributan. Menurutnya, intinya harus ada yang mengalah terlebih dahulu.

Terkait perijinan ojek online, pihaknya, belum mengecek apakah sudah keluar atau belum. Bentuk perijinan ojek online pun, Dishub Kota Serang belum mengetahuinya secara detail.

“Kalau inikan (ojek online, -red) PT. Memang SDM-nya betul ojek semua juga,” paparnya.

Dishub Kota Serang sendiri tidak memiliki wewenang terkait perijinan. Kata dia, ojek online yang bertebaran di Kota Serang bukan termasuk angkutan umum. “Kalau perhubungan itu hanya jalur lalu lintas. Tidak mengurusi ojek,” tuturnya.

“Insya allah akan ditindak lanjuti pada hari rabu, duduk bersama, mencari kesepakatan bersama,” katanya lagi. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN