CILEGON – Alat Peraga Kampanye (APK) berupa baliho, spanduk dan umbul-umbul Pilkada Kota Cilegon yang dibuat khusus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, diketahui tidak memiliki ciri-ciri khusus. Hal itu mengakibatkan APK yang mulai dipasang sejak Selasa (1/9/2015) itu rentan diduplikasi yang dapat berujung pada kerawanan Pilkada.

Pasalnya, sesuai ketentuan, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dilarang untuk memasang APK sendiri, dan bila dilakukan hal itu dinilai sebagai sebuah pelanggaran.

“Sebetulnya sangatlah gampang untuk melihat apakah (APK) itu merupakan produk KPU atau bukan. Lihat saja titik-titik lokasinya. Kalau APK itu ada di titik-titik lokasi yang tidak disepakati, artinya itu bukan produk KPU. Soalnya titik lokasi itu sudah disepakati oleh KPU dengan semua pihak,” ungkap Ketua Pokja Kampanye KPU Kota Cilegon, Habibi Haliburton, Rabu (2/9/2015).

KPU, kata dia, hanya memproduksi sebanyak 5 baliho yang terpasang di lima titik lokasi, 86 spanduk di 43 Kelurahan dan 160 umbul-umbul yang tersebar di 8 Kecamatan.

“Jumlah itu sudah diikat, artinya kita tidak memiliki cadangan ataupun tambahan. Karena itu sudah dianggarkan, maka tidak mungkin kita tambah lagi (APK), karena akan menjadi temuan. Titik-titik lokasi itupun sudah di SK-kan dan diketahui oleh semua tim pasangan calon,” katanya.
Guna mensiasati bilamana APK itu mengalami kerusakan akibat cuaca, lanjut dia, hal itu akan dibahas lebih lanjut antara pihaknya dengan masing-masing tim pasangan calon.

“Kecuali kalau memang ada surat edaran dari KPU RI, maka baru akan kita lakukan, solusinya seperti apa,” tandasnya.

Sementara itu, Samhudi Semaun, perwakilan dari salah satu tim pasangan calon mengatakan, mengetahui hal itu pihaknya pun langsung berkoordinasi dengan pendukung pasangan calon untuk mentaati kesepakatan titik lokasi tersebut.

“Tadinya memang ada pendukung kami yang sudah nyiapin spanduk sendiri. Tapi karena ini sudah ada aturan dan kesepakatan, maka pemasangan spanduk itupun sudah saya larang,” katanya singkat. (Devi Krisna)