YAMAGUCHI – Indonesia menggelar acara Indonesian Day di Jambore Internasional Pramuka ke-23 di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang yang berlangsung hingga hari ini. Beberapa acara yang ditampilkan adalah tarian daerah dan angklung.

Setiap pengunjung dari berbagai kontingen mendapatkan angklung yang diberikan gratis dari tim Indonesia. Seniman Udjo Ngalagena alias Sam Udjo memimpin langsung permainan angklung tersebut.

Hanya dalam waktu 10 menit, para perwakilan kontingen dari negara lain dapat memahami petunjuk dari Sam Udjo tentang cara menggunakan angklung. Mereka kemudian menyanyikan mars Jambore Dunia dengan diiringi angklung.

Para pengunjung tampak antusias. Meski belum lancar, mereka bersemangat membunyikan angklung sekuat mungkin.

“Ini sangat menyenangkan. Saya belum begitu bisa, tapi saya suka sekali,” kata kontingen asal Namibia, Gerrado di Bumi Perkemahan Kirarahama, Yamaguchi, Jepang, kemarin (30/7).

Gerrado yang mendapatkan angklung bernomor 1 atau nada ‘do’ ini tampak sibuk mencari peserta yang mendapatkan nada ‘mi’ atau angka 3. Sebab menurutnya angka 3 adalah angka keberuntungan.

Ia juga merasa beruntung karena terdapat tulisan ‘Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan’ dalam angklung yang diperolehnya. “Saya merasa begitu terhormat mendapatkan ini,” ujarnya.

Selain Gerrado, masih banyak kontingen dari negara lain yang juga antusias memainkan angklung. Mereka heran dengan keunikan bentuk angklung yang dapat menghasilkan nada-nada indah. (*/mas/jpnn)

BAGIKAN