MERAK – Ketua DPC Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak Togar Napitupulu mengusulkan adanya pemberlakuan tarif khusus pada waktu tertentu untuk jasa penyeberangan pada musim angkutan Lebaran 2015. Ia mengatakan, usulan itu dipandang efektif untuk menuntaskan persoalan lonjakan pemudik pengguna jasa penyeberangan pada jam-jam tertentu, dan tidak pernah ada solusinya dari tahun ke tahun.

“Lonjakan penumpang itu biasanya terjadi pada malam hari sampai subuh. Sedangkan pada siang hari, penumpang itu malah tidak sampai setengah muatan kapal dan kita tetap harus jalan. Untuk itu, kami mengusulkan adanya pemberlakuan tarif khusus yang lebih murah pada siang hari, untuk menarik minat pemudik sekaligus mengurangi antrean,” ungkapnya saat mengikuti rapat koordinasi Rencana Operasi Angkutan Penyeberangan Lebaraan 2015 Pelabuhan Merak – Bakauheni yang dilaksanakan oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat diruang rapat PT ASDP, Jumat (22/5/2015).

Dikatakannya, usulan itu sudah berdasarkan pertimbangan dan kajian pihaknya dengan matang. “Kita malah sempat menanyakan kepada penumpang, terkait dengan kebiasaan mereka yang mudik malam hari. Jawabnya apa? ngakunya soalnya suasana mudik lebih terasa,” ucap Togar menirukan jawaban penumpang.

Usulan itupun, lanjut Togar, sekaligus untuk menepis anggapan bahwa pengusaha kapal yang selalu berorientasi pada keuntungan semata. “Kita jelas, usulan ini guna membantu kerja pemerintah. Jadi salah besar kalau musim lebaran itu kita diuntungkan besar,” jelasnya.

Direktur LLASDP dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Eddy Gunawan menanggapi positif usulan itu dan akan melakukan kajian. “Mengubah pola kebiasaan masyarakat itu nggak gampang. Memang pola mudik malam itu lebih enak dan nyaman. Kalau tiket harga khusus itu kita belum ada dan masih akan memberlakukan harga normal. (Usulan Gapasdap-red) kita harus kaji dulu, dan disampaikan ke Pak Menteri. Nanti ada pertemuan lagi dululah,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN