Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif

TANGERANG – Polresta Tangerang menetapkan tiga tersangka lagi dalam kasus persekusi pasangan kekasih R (28) dan M (20) di Cikupa. Mereka yang berinisial S, N dan I berperan dalam pemukulan dan ikut menelanjangi dua sejoli itu. Dengan demikian, sudah ada enam tersangka yang diamankan polisi. Sebelumnya polisi menetapkan tiga tersangka berinisial  G (41), T (44) dan A (37).

Diketahui, T adalah Ketua RT 07 dan G Ketua RW 03 Kampung Kadu, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sedangkan empat lainnya, yakni A, S, N dan I adalah warga setempat. Kasus persekusi yang dialami pasangan R dan MA ini menggemparkan masyarakat karena menjadi video viral di media sosial.

Menurut Kapolresta Tangerang, AKBP M Sabilul Alif dari hasil penyidikan terungkap, peristiwa bermula, korban M meminta dibawakan makanan kepada kekasihnya R. Tak lama kemudian, R tiba dan masuk ke dalam kontrakan yang baru dihuninya tiga minggu. Pintu kontrakan tak ditutup penuh, keduanya menyantap makanan tersebut.

Usai makan, M pergi ke kemar mandi, untuk sikat gigi. Sedangkan, R menunggu di ruang tamu. Tiba-tiba, tersangka T yang merupakan Ketua RT setempat mendobrak pintu dan berteriak-teriak memanggil warga untuk datang ke lokasi penggerebekan.

Peran tersangka T, paling dominan. Sebab, tersangka menginisiasi tindakan penelanjangan dan pengeroyokan tersebut. Ia yang membuka pintu kontrakan korban M. Kemudian, mencekik kerah baju R. Setelah itu, kedua sejoli itu dibawa keliling kampung sambil menuju rumah G, sang ketua RW.

Sabilul menambahkan, aktor utamanya yakni tersangka berinisial T yang tak lain merupakan Ketua RT. Dia (T-red) yang mendobrak pintu kontrakan. Tersangka T juga memprovokasi warga untuk menggiring korban, memvideokan sekaligus mengunggahnya ke media sosial.

”Aksi tersebut membuat korban mengalami trauma. Selain dipukul, diarak, korban juga ditelanjangi. Ini membuat korban terganggu psikologisnya,” tutur Sabilul.

Ia menambahkan saat ini, kedua korban sedang melakukan terapi pemulihan psikologi. Barang bukti yang diamankan meliputi lokasi kontrakan, baju-baju korban, surat visum dan rekaman video. Para tersangka akan dikenakan pasal 170 KUHP juncto 335 KUHP dengan hukuman di atas lima tahun penjara. ”Semua tersangka dilakukan penahanan,” jelasnya.

Sabilul mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Sebab, tindakan tersebut melanggar Hak Asasi Manusia dan melukai psikologis korban. ”Saya meminta masyarakat tidak main hukum sendiri. Tindakan tersebut salah. Harusnya menyerahkan ke aparat penegak hukum,” terangnya.

Sekarang polisi berkonsentrasi menangkap pengunggah video peristiwa itu. Sabilul menyatakan seluruh akun media sosial yang terkait video persekusi telah dinonaktifkan oleh tim cyber Polresta Tangerang. ”Doakan saja, bisa secepatnya menangkap pengunggah video itu,” tukasnya. (Wahyu/RBG)

BAGIKAN