SERANG – Aspirasi dari masyarakat daerah pemilihan (dapil) Lebak mendominasi laporan hasil reses anggota DPRD Banten. Hal ini terungkap saat paripurna penyampaian hasil reses, di gedung DPRD Banten, Senin (13/4/2015).

Dedi Jubaedi, juru bicara anggota dewan dari dapil Kabupaten Lebak mengungkapkan, saat reses pihaknya menerima berbagai macam keluhan dari warga. Misalnya, keputusan pembentukan daerah otonom baru Kabupaten Cilangkahan, masih banyaknya jembatan gantung yang kondisinya tidak layak, mobil berlebihan tonase yang mengakibatkan jalan rusak, hingga pemadaman listrik yang hampir setiap hari terjadi di wilayah Lebak bagian selatan.

Jembatan tidak layak pakai, lanjut Dedi ditemukan hampir di setiap kecamatan. “Kondisi tersebut sangat berbahaya karena jembatan-jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat,” ujar Dedi.

Dedi mengharapkan pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dan tindakan agar jembatan tersebut tidak memakan korban dan merugikan masyarakat seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Selanjutnya, terkait tonase mobil, sesuai permintaan masyarakat, pemerintah dituntut menindak tegas mobil-mobil yang muatannya berlebihan tersebut karena dianggap merugikan. “Selain menghancurkan jalan dianggap menimbulkan polusi yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” paparnya.

Terkait pelayanan kesehatan, dewan pun meminta pemerintah untuk melengkapi fasilitas dan meningkatkan pelayanan di RSUD Malingping, dan dibangunnya puskesmas rawat inap. “Kami berharap keluhan-keluhan dari masyarakat tersebut bisa segera ditangani dan ditindaklanjuti,” ujar Dedi. (Bayu)