HARI ini siswa SMA sederajat melaksanakan ujian nasional. Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, yakin semua siswa di kota itu bisa lulus. Meski ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan, tetapi ada batas bawah yang harus mereka penuhi. Yakni, tidak ada mata pelajaran yang nilainya di bawah 55. Kalau ada yang di bawah itu, siswa harus mengulang.

”Meski mereka sudah diterima di perguruan tinggi, tetapi ada nilai yang di bawah 55, tahun depan harus mengulang,” kata Sutarmidji.

Dia yakin tidak banyak siswa Pontianak yang mengulang karena hasil ujian nasionalnya di bawah 55. Bahkan, sejak bulan lalu, Sutarmidji berkeliling ke sekolah-sekolah untuk memotivasi siswa SMA dan SMK dalam menghadapi ujian nasional.

Hal itu dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Semua sekolah negeri didatanginya beserta Wakil Wali Kota Edi Rusdi Kamtono secara terpisah. ”Saya dengan Pak Edi berbagi lokasi. Sekolah di Pontianak Utara Pak Edi yang datangi,” ungkapnya.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Sutarmidji memacu prestasi siswa dengan iming-iming hadiah. Mulai beasiswa hingga kendaraan roda dua.

Iming-iming itu diberikan seiring dengan target Pemerintah Kota Pontianak yang belum juga tercapai, yakni siswanya masuk peringkat kesepuluh besar nasional. ”Target saya tetap seperti tahun-tahun lalu,” tambahnya.

Tahun ini hadiah yang disiapkan meningkat. Untuk sepuluh besar nasional, siswa akan diberi beasiswa sampai selesai S-1 ditambah biaya hidupnya selama kuliah. Jika ada yang mampu menembus lima besar nasional, biaya kosnya dibantu Pemkot Pontianak. Selain itu, ada biaya bagi mereka yang melanjutkan pendidikan pada penjurusan profesi seperti dokter spesialis.

Bukan hanya itu, secara pribadi Sutarmidji juga menambah hadiah bagi mereka yang berprestasi. Bagi yang masuk sepuluh besar, dia memberi kendaraan roda dua senilai Rp 15 juta, lima besar Rp 25 juta, dan dua besar nasional Rp 40 juta. ”Dengan hadiah itu, anak-anak harus tertantang,” tuturnya. (hen/JPNN/c23/diq)

BAGIKAN