Atlet menembak Banten Erry Bayu Aprianto ketika tampil di Kejurnas Menembak Awang Faroek Cup V 2017 di Lapangan Tembak KONI Kaltim, Kamis (10/8).

SERANG – Dua atlet menembak Banten, yakni Erry Bayu Aprianto (nomor 10 meter air pistol men) dan Muhammad Abyan Tri Sukma (nomor 10 meter air pistol men) gagal menuai prestasi pada ajang kejuaraan menembak yang bertajuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Menembak Awang Faroek Cup V 2017 di Lapangan Tembak KONI Kalimantan Timur (Kaltim), mulai Sabtu-Kamis (5-10/8).

Bayu (sapaan akrab Erry Bayu Aprianto) yang turun di nomor 10 meter air pistol men bertengger di peringkat ke-23 klasemen akhir dari 67 peserta yang ambil bagian. Sementara Abyan (panggilan Muhammad Abyan Tri Sukma) yang tampil di nomor 10 meter air pistol men tercecer di peringkat 42 klasemen akhir. Hasil ini juga jauh dari target tim pelatih yang mengusung target membawa pulang dua keping medali.

Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha mengatakan, tidak tercapainya target yang dicanangkan atau gagalnya prestasi yang diraih atlet Banten bukan tanpa sebab. Dua atlet Banten yang seharusnya bertanding pada kategori junior harus bergabung di kategori senior.

“Pada saat technical meeting, panitia memustukan untuk menggabung kategori junior dengan senior. Padahal awalnya akan dilombakan dua kategori, senior dan junior. Dengan demikian atlet kami yang masih junior kesulitan bersaing. Bukan kalah kualitas, tapi kalah pengalaman dan jam terbang,” kata pria yang akrab disapa Imam kepada Radar Banten ketika ditemui di Sekretariat KONI Banten, Kamis (10/8).

Imam menambhkan, selain berubahnya teknis pertandingan, tim Banten juga tidak berangkat ke kejurnas dengan kekuatan terbaik. “Semula kami akan menerjunkan tiga atlet, yakni Bayu, Abyan, dan peraih medali emas PON Remaja I Jawa Timur 2014, Fighter Aprilian Lumbaa. Tapi jelang akan bertolak ke Kaltim, ternyata Fighter tidak bisa ikut karena ada ujian di sekolah. Tapi memang kami akui juga kalau atlet Banten masih butuh lebih banyak lagi jam terbang untuk menimba pengalaman serta melatih mental,” kilahnya.

Anggota Binpres KONI Banten Monlex Azwari CH menyatakan, hasil negatif yang diraih atlet menembak di kejurnas harus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas serta prestasi atlet kedepan. “Jadikan pelajaran dan segera lah berbenah,” ucapnya. (Andre Ap/RBG)