SERANG – Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah mengakui menggunakan jasa sekretaris pribadinya Siti Halimah untuk
memfasilitasi roadshow ke masyarakat menjelang kampanye. Peran Siti Halimah diakui Atut membantu dirinya untuk menyalurkan program dari SKPD. Alasan keterlibatan Siti Halimah menyalurkan program ini, menurut Atut karena keterbatasan personil dari masing-masing SKPD.

“Saya minta bantuannya untuk mendistribusikan bantuan. Dia pihak swasta,” ujar Atut dalam persidangan dugaan kasus korupsi dana hibah Pemprov Banten tahun 2011 dan 2012 senilai Rp7,6 miliar di ruang persidangan utama Pengadilan Tipikor, Serang, Kamis (5/3/2015).

Ia menjelaskan bahwa setiap ada kegiatan, PNS yang ada di SKPD tidak terlalu banyak. “Staf pribadi saya (Siti Halimah-red), yang bersangkutan akhirnya harus membantu,” terang Atut kepada di Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Banten Alek Sumarna.

Di hadapan sidang yang dipimpin oleh Ketua Majlis Hakim Jasdem Poerba, Atut mengakui bahwa peran Siti Halimah membantu dirinya untuk menyalurkan program pemerintah. “Program kegiatan secara teknis saya tidak memahami. Tapi yang pasti, semua itu program resmi yang aman. Yang bersangkutan, membantu SKPD menyalurkan kegiatan,” ujar Atut. (Wahyudin)

BAGIKAN