MERAK – Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Banten AKBP Noman Trisapto mengungkapkan, bahan peledak dan amunisi yang ditemukan di dalam kontainer di areal lahan PT Dock Pulo Ampel, Desa Pulo Ampel, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang pada awal April lalu berasal dari perairan Mesuji, Provinsi Lampung.

“Sebelumnya memang diduga berasal dari perairan Bojonegara. Tapi menurut keterangan dari nahkoda kapal pengangkut, benda-benda itu ia peroleh dari Mesuji, Lampung,” ujarnya kepada radarbanten.com melalui sambungan telpon, Senin (4/5/2015).

Jimmy, nahkoda Kapal Laut Lestari, lanjut Noman, pada saat itu tengah melakukan pembersihan alur laut di lokasi itu sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) yang diperoleh. “Kita cek, SPK-nya memang di Mesuji. Tapi limbah yang diangkut itu, ditaruh di Pulo Ampel,” jelas Noman.

Kata Noman, hingga kini pihaknya belum dapat menetapkan status tersangka, kendati sudah enam orang yang menjalani pemeriksaan. “Menurut pengakuan Jimmy ini, dia tidak mengetahui bahwa limbah yang ia angkut terdapat bahan peledak di dalamnya. Artinya, dia ngga ada niat menyimpan dan memiliki benda itu, karena memang tidak mengetahuinya,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, bahan peledak dan amunisi itu diduga ditemukan dari perairan Bojonegara, dan merupakan sisa bangkai kapal perang milik Amerika dan Australia, yakni kapal USS Houston dan HMS Perth yang karam dalam perang dunia ke II tahun 1942 silam. (Devi Krisna)