Bahaya Tahu Berformalin Masih Ancam Warga Cilegon

Tahu Formalin

CILEGON – Masyarakat Kota Cilegon masih terancam akan adanya bahaya tahu yang mengandung formalin. Pasalnya, saat razia tahu yang digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon pada Sabtu (18/6) dini hari tadi, petugas mendapati sejumlah tahu yang positif menggunakan formalin.

Pantauan Radar Banten Online, petugas Disperindagkop Cilegon yang juga dikawal oleh personel Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon secara mendadak menghentikan sejumlah kendaraan yang sedang melakukan pengiriman tahu di UPTD Pasar Baru Kranggot Cilegon, guna mengambil sampel tahu untuk dilakukan pengecekan oleh petugas Dinkes Cilegon.

Kemudian, setelah seluruh sampel tahu dari berbagai pemasok tahu baik dari dalam dan luar daerah dilakukan pengetesan formalin dengan menggunakan alat Dinkes Cilegon, terbukti diantaranya lagi-lagi pemasok tahu asal Tangerang menggunakan formalin, kemudian juga pemasok tahu dari Pejaten, Kabupaten Serang.

Kabid Perdagangan dan Pembinaan Pasar pada Disperindagkop Cilegon, Satiri mengatakan, barang bukti tahu berformalin yang diamankan dari Tangerang dari perusahaan Bintang Terang sebanyak 20 boks. Lalu dari Pejaten, Kabupaten Serang asal Kopti sebanyak 27 boks. “Akan kita lakukan pemeriksaan lebih dulu terhadap pelaku. Jenis tahunya ada tahu besar, tahu goreng, dan tahu putih. Keseluruhan barang bukti ini nantinya akan kita musnahkan,” kata Satiri.

Sementara itu, Arisno (59) yang mengaku sebagai pembuat tahu di perusahaan Bintang Terang asal Tangerang ini, menyangkal jika ia menggunakan formalin dalam pembuatan tahunya itu. Ia mengaku sudah selama dua tahun ia merintis usahanya itu sehinga pelanggannya bukan hanya dari Cilegon namun juga telah tersebar di Kota Serang, Pandeglang, dan Tangerang. “Saya tidak pernah menggunakan formalin, sebagai penggantinya saya memakai bio fresh,” ujarnya. (Riko)

BAGIKAN