Banjir Lebak-Pandeglang Meluas

Ribuan Rumah dan Ratusan Hektare Padi Terendam

Bupati Pandeglang Irna Narulita menggunakan perahu karet memantau banjir di Kecamatan Munjul. Irna langsung menginstruksikan jajarannya agar segera membantu korban banjir.

PANDEGLANG – Banjir di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak meluas. Rumah yang terendam pun semakin banyak.

Di Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (9/2), banjir merendam Kecamatan Panimbang, Munjul, Cikeusik, Angsana, dan Sobang. Kemarin (10/2), banjir meluas hingga ke Kecamatan Patia, Sukaresmi, dan Perdana.

Banjir dengan ketinggian tiga meter itu terjadi sejak dini hari akibat Sungai Ciliman, Cimandahan, dan Cilatak meluap dari air kiriman dari hulu di Kabupaten Lebak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 3.724 rumah dan 653 hektare tanaman padi siap panen terendam.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Dadi Supriadi mengatakan, para korban sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. “Sebagian pengungsi sudah kembali,” kataya.

Akses menuju Kecamatan Sobang masih tertutup banjir dengan ketinggian satu setengah meter. Seperti ruas Jalan Panimbang-Sobang, tepatnya di Jembatan Solodengan, Desa Panimbangjaya, tidak bisa dilalui kendaraan. Tim BPBD, sejumlah pejabat Pemkab, dan kepolisian harus menggunakan perahu karet saat meninjau korban banjir Sobang.

Kepala Bidang Tanaman pada Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Muhamad Nasir mengatakan, banjir merendam 653 hektare tanaman padi siap panen, tersebar di Kecamatan Cikeusik, Sobang, dan Angsana. “Kasihan petani, ada yang usia tanamnya sudah 100 hari, dan sudah 80 hari. Kalau lama terendam, bisa gagal panen,” katanya.

IRNA TINJAU BANJIR

Bupati Irna Narulita meninjau lokasi banjir di Desa Munjul, Kecamatan Munjul. Rombongan Bupati tiba di lokasi banjir pukul 15.00 WIB, bersama dengan rombongan dari BPBD Kabupaten Pandeglang, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, dan beberapa kepala SKPD dengan membawa bantuan seperti makanan cepat saji, obat-obatan, tenda, dan bantuan lainnya.

Setibanya di lokasi, Irna menginstruksikan kepada pegawainya untuk memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, serta sebagian bantuan disimpan di tenda pengungsian yang lokasinya di dekat Kecamatan Munjul, dan bisa dipergunakan apabila ada yang membutuhkan.

Irna bersama Dadi Supriadi dan sejumlah pegawai Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat naik perahu karet untuk melihat kondisi rumah warga yang terendam banjir. Orang nomor satu di Kabupaten Pandeglang itu menanyakan kondisi kesehatan warga satu demi satu. Kebanyakan warga mengeluhkan agar pemerintah segera mencari solusi agar musibah banjir tidak terjadi lagi di Munjul. Selain itu, ada juga warga yang meminta bantuan obat-obatan kepada Irna karena sebagian warga ada yang mulai diserang penyakit gatal-gatal.

Selesai melihat kondisi masyarakat, Irna melanjutkan pemeriksaan ke tenda pengungsian yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi banjir. Di tempat itu, Irna meminta kepada pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga dan memberikan pertolongan apabila ada warga yang diserang penyakit, atau kekurangan makanan.

“Ibu (Irna menyebut namanya-red) minta, semua warga Ibu ini agar sabar. Jangan mikirin barang-barang yang kena banjir dulu, lebih baik pikirin keselamatan dulu karena itu jauh lebih penting,” ujarnya.

Irna mengatakan, apabila ada warga yang terkena penyakit atau membutuhkan bantuan, segera menghubungi petugas yang ada di lapangan. “Ibu (Irna menyebut namanya-red) sudah meminta kepada para petugas agar segera melayani warga, karena keselamatan warga masyarakat sangat penting,” katanya.

BANJIR LEBAK

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, dampak banjir di Lebak juga meluas. Pada awalnya, BPBD menginformasikan wilayah terdampak banjir hanya 13 kecamatan. Namun, kemarin jumlah wilayah terdampak banjir mencapai 17 kecamatan. Rumah yang terendam ada 1.907 unit. Warga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan masih mengguyur wilayah Lebak.

Intensitas hujan yang tinggi tidak hanya merendam rumah di 17 kecamatan. Namun juga, menyebabkan delapan jembatan gantung di Lebak putus dan hanyut, empat ruas jalan ambles, lima sekolah ikut terendam dan ratusan hektare sawah yang telah ditanami padi ikut terendam.

“Saya turut berduka dengan bencana banjir ini. Warga tetap tabah dan meningkatkan kewaspadaan, walau banjir secara keseluruhan sudah mulai surut,” ujar Iti.

Dia mengatakan, tim tanggap darurat bencana di bawah koordinator Asda II dan BPBD Lebak dibantu tim relawan bencana seperti Tagana, PMI, Dinkes, kecamatan, desa dan masyarakat bahu-membahu membantu warga yang tertimpa bencana.

“Daerah kita (Lebak) sebagian besar merupakan daerah bencana. Karena itu, kita senantiasa waspada saat hujan turun dengan intensitas curah cukup tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator penanganan bencana Pemkab Lebak Budi Santoso mengatakan, saat ini kondisi air mulai surut, meskipun hujan masih mengguyur. “Masih tanggap darurat bencana banjir dan longsor. Untuk wilayah cekungan seperti Banjarsari, Sobang sudah mulai surut, tapi genangan air masih ada,” kata Budi. (Nurabidin Ence-Adib F-Herman/Radar Banten)

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya beserta jajarannya memantau jalan Saketi-Malingping yang ambles diterjang hujan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas dialihkan sementara.