TANGERANG – Warga Kampung Dadap Ceng In, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi sepertinya harus lebih banyak bersabar. Selasa (5/12) pagi, banjir rob menggenangi tiga RW di kawasan tersebut. Air laut masuk dan melumpuhkan aktivitas masyarakat di RW 02, 03 dan 04. Air masuk ke sejumlah SD dan masjid di kawasan eks lokalisasi tersebut.

Hal tersebut terjadi karena adanya pendangkalan di muara sungai Kali Prancis. Selain itu, banjir tersebut dipengaruhi ambrolnya tanggul penahan banjir di Muara Angke, DKI Jakarta. Daerah yang paling parah terdampak adalah kawasan bantaran kali mulai dari Restoran Dermaga hingga ke Pergudangan Dadap.

Salah satu tokoh masyarakat Dadap Waisul Kurnia menjelaskan, hingga kini belum ada penanganan dari pemkab mengatasi hal tersebut. Ketinggian air banjir mencapai setengah meter. Selain air, lumpur berwarna hitam juga ikut terbawa. ”Banjirnya bisa setiap bulan mas, ya kalau sudah begini mending kami di dalam rumah saja,” terangnya.

Akibatnya, hampir setiap air pasang, mereka harus membersihkan rumah dari lumpur hitam yang terbawa arus air dari laut. Dikatakannya, kondisi banjir rob menggenangi jalan dan pemukiman di Dadap mulai memprihatinkan karena ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa di sejumlah titik, dan juga menghambat aktivitas ekonomi warga, berkendara di jalan umum.

Banjir air laut ini banyak terjadi di kawasan pergudangan dan kawasan bantaran Muara Dadap, sedangkan bagi pengendara kuatir kendaraan karatan terpaksa mencari jalan lain meski harus berputar. ”Apa pengaruh Siklon Dahlia, saya kurang paham. Tapi banjir kali ini sangat parah dibandingkan bulan-bulan lalu,” tambahnya.

Dirinya berharap, pemerintah segera melakukan normalisasi di muara sungai tersebut. Sehingga lokasi tersebut bisa kembali bebas dari banjir. ”Solusinya ya sungainya dikeruk, dan pinggir sungainya dinormalisasi,” tandasnya.

Akibatnya, pekarangan rumah warga pun tampak kumuh, karena lumpur hitam yang basah dan berserakan. Selain itu, di beberapa titik ruas jalan menuju perkampungan nelayan tersebut pun tergenang air.

Sebelumnya, Pemkab Tangerang mulai melakukan penataan kawasan Dadap. Namun, akibat adanya pertentangan dari warga, alat berat yang berada di sekitar lokasi penataan harus ditarik menunggu kesepakatan ulang. (Togar/RBG)

BAGIKAN