Atlet binaraga Banten Hendra Sain latihan jelang tampil di Kejurnas Mr Indonesia 2017 di Fitnes Gym ASA Sport Center, Cilegon, Jumat (17/3) sore.

CILEGON – Tujuh binaragawan Banten terus digenjot jelang tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Binaraga Mister Indonesia 2017 yang akan dilangsungkan di Sawahlunto, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada 11-13 Mei.

Ketujuh binaragawan yang diterjunkan, yakni Sunarya (kelas 55 kilogram), Suparman (kelas 60 kilogram), Iwan Setiawan (kelas 65 kilogram), Edi Santoko (kelas 75 kilogram), Teuku Ian (kelas 80 kilogram), Hendra Sain (kelas 85 kilogram), dan Rachmad Widjaja (kelas +85 kilogram).

Event ini merupakan kejuaraan pertama bagi binaragawan Banten pasca PON XIX Jawa Barat 2016. Pada PON Jawa Barat, tim binaraga Banten sukses menyabet tiga keping medali, yaitu satu perak dan dua perunggu. Medali perak diraih Teuku Ian (kelas 80 kilogram). Sedangkan dua medali perunggu masing-masing dipersembahkan Hendra Sain (kelas 85 kilogram) dan Rachmat Widjaja (kelas +85 kilogram).

Pelatih Binaraga Banten, Satya Teruna mengatakan, atlet telah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Untuk itu pihaknya optimistis mampu menuai sukses di kejurnas nanti.

“Anak-anak sudah siap semuanya dan mereka akan berjuang semaksimal mungkin. Persiapan kami sudah sangat matang dan tak ada alasan untuk tidak menuai prestasi. Bahkan beberapa waktu lalu seluruh atlet telah melakukan diet ekstra dan telah melalui masa cutting (pengeringan lemak) dengan cara berjemur dan sauna. Intinya semua sudah siap,” kata Setya kepada Radar Banten ketika ditemui di Fitnes Gym ASA Sport Center, Cilegon, Jumat (17/3).

Setya menambahkan, empat kelas memiliki peluang paling besar untuk meraih medali. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan akan ada kejutan di tiga kelas lainnya. “Binaraga selalu ada kejutan. Empat kelas hampir bisa diprediksi dapat medali, yakni Sunarya (kelas 55 kilogram), Teuku Ian (kelas 80 kilogram), Hendra Sain (kelas 85 kilogram), dan Rachmad Widjaja (kelas +85 kilogram),” terangnya.

Meski optimistis mampu memboyong medali dari empat kelas tersebut, bukan berarti bainaragawan Banten tanpa beban. Binaragawan Jawa Timur, diakui Setya akan menjadi pesaing terberat di Pra-PON nanti.

“Kekuatan sudah terlihat dan Jawa Timur yang paling harus kami antisipasi. Persiapan Jawa Timur sangat matang dan mereka juga memiliki atlet yang tak kalah bagusnya. Selain itu, kami juga mengkhawatirkan faktor X. Yang dimaksud dengan faktor X adalah penilaian subjektivitas dewan juri. Kan penilaiannya manual, subjektivitasnya tinggi. Tapi kami tetap yakin bisa bersaing,” tegasnya.

Wakil Ketua Binpres KONI Banten Hengky S Breemer berharap, cabang olahraga (cabor) binaraga mampu meningkatkan prestasi dengan melampaui capain di PON lalu. “Kami yakin dan percaya binaraga bisa meraih prestasi lebih baik lagi dari PON. Bahkan dengan prestasi dan kualitas atlet yang dimiliki saat ini, tak ada alasan binaraga tak memboyong medali emas di kejurnas nanti,” ucapnya. (Andre AP)