SERANG – Kapolda Banten Brigjen Pol M Zulkarnain akan memberlakukan dua kali sidang terhadap oknum anggotanya yang telah membantu kaburnya tiga tahanan narkoba. Untuk anggota yang melakukan kejahatan ini, Kapolda mengaku akan menyerahkan kepada pengadilan umum dan pengadilan kode etik menyangkut profesi sebagai anggota Polri. Dua anggota Polda Banten yang membantu kaburnya tahanan terancam dipecat.

“Kalau anggota kita periksa, sesuai dengan kesalahannya kita periksa. Kemudian kita ajukan ke sidang pengadilan kode etik sama pengadilan umum,” terang Kapolda Banten Brigjen pol M Zulkarnain kepada wartawan usai menghadiri pelantikan anggota DPRD Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (1/9/2014).

Menurut Kapolda, kedua pengadilan akan dijalani bagi anggotanya yang terlibat meloloskan dan menerima suap dari tahanan narkoba. “Diajukan ke pengadilan umum, narkotiknya juga terlibat. Kemudian suapnya lagi kan. Terus sidang kode etik di internal sendiri. Kedua pengadilan itu kita ajukan,” terangnya.

Mengenai pemecatan anggota yang melanggar kode etik sendiri, kata Kapolda, ada mekanismenya. “Pemecatan anggota itu melalui proses hukum, hukum umum dulu. Setelah itu baru kemudian sidang kode etik dan pemecatan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua anggota Polda Banten, Briptu Fernandos dan Briptu Jackson Sitinjak ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi dan ditahan di ruang tahanan Propam Polda Banten, Minggu (31/8/2014). Keduanya melakukan pelanggaran kode etik dan tindak pidana suap terkait kaburnya tiga tahanan Polda Banten pada Sabtu (30/8/2014). (Wahyudin)

BAGIKAN