CILEGON – Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, dan Infrastruktur Kewilayahan pada Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Cilegon Sabri Mahyudin menanggapi adanya penolakan dari berbagai lapisan masyarakat tentang rute yang dilalui JLU.

Mahyudin menegaskan rencana pembangunan JLU dengan rute yang dilaluinya telah disusun dengan kajian yang matang. “Ada yang setuju dan tidak setuju tapi intinya kami telah memberikan yang terbaik untuk perencanaan itu,” katanya, Jumat (19/5).

Disinggung tentang adanya sejumlah pihak yang mengusulkan agar rute JLU melalui Kelurahan Pabean, Mahyudin mengatakan hal itu malah dapat mengeluarkan anggaran yang lebih besar dan berdampak pada kelancaran pembangunan JLU itu sendiri.

“Semua ada keinginan. Apabila misalnya kita pindahkan melalui Pabean tapi satu sisi dalam pembangunannya terkendala pada biaya. Ujung-ujungnya tidak bisa terlaksana. Bapeda memberikan yang terbaik tanpa ada kepentingan terkait dengan rute,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari rute JLU, Pemkot Cilegon akan membebaskan lahan milik warga seluas lebih dari 5 hektar. Dari 32 hektar lahan pertanian yang ada di Kota Cilegon, kata Mahyudin, sebanyak 5 persen diantaranya masuk didalam pembebasan lahan yang telah direncanakan itu. “Tapi kami tidak merubah peruntukan lahan-lahan pertanian yang ada di JLU,” ucapnya.

Dipaparkannya, titik awal pembangunan JLU tepat berada di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilegon yang masuk wilayah Kelurahan Kedaleman. Sedangkan titik akhir berada disekitar akes tol Merak dengan lebar jalan 20 meter. “Masyarakat akan dapat menikmati akes yang mudah dengan adanya JLU ini,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)