Baru Dua Hari Jadi Pengepul Judi, Bapak Tiga Anak Diciduk Polisi

SERANG – Kamis (13/7) malam bisa disebut malam tersial bagi HR, warga Tembong, Kota Serang. Ayah tiga anak yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di Pasar Induk Rau, Kota Serang, tersebut diciduk aparat kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten.

HR tidak sendiri, dalam penangkapan tersebut, polisi pun mengamankan MYD, RS, MS, MF, dan FT. Keenamnya diamankan ketika melakukan transaksi judi togel di salah satu kontrakan di area Pasar Induk Rau sekitar pukul 11 malam.

Sambil tertunduk dengan wajah menggunakan kain penutup, HR mengaku baru dua hari menjadi pengepul judi togel. Itu dilakukannya karena tergiur tawaran komisi dari MYD yang berperan sebagai pengepul utama.

“Komisinya 10 persen dari uang taruhan,” ujarnya saat ditemui di Polda Banten, Selasa (18/7).

Selama dua hari tersebut, HR menjaring penjudi di Kampung Nancang, Kelurahan Karundang,  Kecamatan Cipocok, Kota Serang. Diakuinya, belum banyak orang yang memasang melaluinya. Itu tak lain karena masa karir singkat HR sebagai pengepul.

HR mengaku nekat melakukan hal tersebut karena penghasilannya sebagai tukang ojek dirasa pas-pasan. Sehari, HR hanya mendapatkan uang sekitar Rp 50 ribu. Pemasukan tersebut tentu tidak berimbang dengan kebutuhan tiga anak dan satu istri.

Sementara itu, Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten AKBP Yoga mengatakan, polisi menciduk enam pelaku judi togel tersebut saat mereka bertransaksi.

Dalam jaringan judi ini, RS dan MS berperan sebagai pengepul di tingkat wilayah, sedangkan HR dan MF berperan sebagai pengepul di tingkat daerah. RS dan MS menyetorkan uang taruhan langsung kepada MYD selaku pengepul utama, sedangkan HR dan MF menyetorkannya kepada RS dan MS sebagai pengepul wilayah. Sedangkan FT sebagai pemasang.

“Pas malam itu MYD mengumumkan siapa yang menang, nah mungkin FT ingin tahu dan sekalian masang, makanya dia ada pada malam itu,” ujar Yoga didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin.

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti delapan unit handphone berbagai merk, satu lembar catatan pengeluaran nomor togel SGP & HK, dua buku rekap pemasangan nomor togel tanggal 13 Juli 2017, 40 lembar rekap pemasangan nomor togel tanggal 13 Juli 2017, satu buah stabilo warna biru, satu buah stabilo warna merah.

Kemudian, lima buah ballpoint, uang senilai Rp 2 juta lebih, dua buah buku rekap pemasangan nomor judi, dan delapan lembar kertas rekapan. “Mereka ini baru beroperasi selama lima hari.  Sebelum Lebaran lakukan operasi, nah setelah Lebaran mereka mulai lagi,” katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 30 KUH Pidana jo UU RI Nomor 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian dengan ancaman 10 tahun penjara.

MYD, sebagai pengepul utama menuturkan, kelompoknya tersebut hanya beraksi di Kota Serang. Dalam setiap hari, rata-rata omzet sebesar Rp 2 juta. “Tapi tidak tentu, tergantung yang masang,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)