JAKARTA – Petinju Indonesia Daud Yordan konsentrasinya terpecah. Dijadwalkan akan menjalani pertarungan melawan Josh King (Australia) pada 4 Oktober mendatang di Bali, juara ad interim WBO Asia Pasifik kelas ringan (61,2 kilogram) itu malah terancam ditinggal pelatih yang juga kakaknya Damianus Yordan.

Bukan kali ini saja Damianus ingin meletakkan jabatan pelatih. Pada 2013 lalu saat Daud kalah TKO oleh Simpiwe Vetyeka di ronde, usai pertarungan Damianus mengatakan ingin mundur. Namun setelah dibujuk langsung oleh promotor dan bos Mahkota Promotion Raja Sapta Oktohari, Damianus mengurungkan niatnya.

Ketika dikonfirmasi kemarin (25/7) Daud berkata sudah berkomunikasi dengan manajemennya, Mahkota Promotion soal mundurnya Damianus. Petinju berusia 28 tahun itu ingin adanya pelatih baru paling tidak awal Agustus mendatang.

“Saya jalankan program latihan umum sendiri di Sasana Kayoong Utara ini. Karena masih belum spesifik materi latihannya, sementara saya jalani semua program dari Bang Dami yang sudah-sudah,” kata bapak satu anak itu.

Daud berkata tak ada masalah pribadi dengan Damianus sehingga kakaknya itu mundur dari jabatan kepelatihan. Mantan juara dunia versi IBO kelas bulu (57,1 kilogram) itu menyebutkan alasan Damianus adalah profesional.

“Sebelumnya banyak yang bilang kok saya dilatih keluarga sendiri. Malah tidak disiplin dan sebagainya. Sekarang saya tak dipegang oleh kakak saya lagi. Semoga manajemen bisa mendapatkan ganti secepatnya,” ujar Daud.

Sayangnya ketika dihubungi ke nomor pribadi Damianus untuk mengkonfirmasi soal pengundurannya itu, tak ada jawaban.

Malah menurut Manajer Mahkota Promotion Wahyu Prasetya yang ditanya pengunduran Damianus itu belum secara resmi. Wahyu baru mendapat kabar tersebut dari Daud yang usai lebaran berlatih sendiri.

“Saya belum sempat bicara dengan Damianus. Saya tahun Daud sangat hormat dengan keputusan Damianus. Apalagi Daud dipegang oleh Damianus sejak kecil,” ucap Wahyu.

Ketika ditanya alasan yang sesungguhnya dari Damianus untuk mundur Wahyu berkata aktifitas politiknya. Sejak tiga tahun belakangan, Damianus menceburkan diri total dalam partai dan melepaskan jabatan pegawai negeri sipilnya. (dra/jpnn)

BAGIKAN