CILEGON – Kendati belum setenar batu akik jenis bacan ataupun lainnya, Kota Cilegon ternyata juga memiliki potensi batu akik yang dapat bersaing dengan akik jenis lain.

Joko Sulaiman (55), pemilik bongkahan bahan batu akik itu menyebutkan, batu akik yang didapat dari perbukitan Sumur Wuluh, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol itu adalah batu akik khas Cilegon yang dinamakan pancawarna gerem. “Batu-batu ini didapat di atas bukit Sumur Wuluh, ada juga yang dari galian kedalaman sekitar lima meter di lokasi itu,” ujarnya saat ditemui dalam pameran batu akik Cilegon Gemstone Fair 2015 yang dihelat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon di Krakatau Junction, Senin (9/3/2015).

Pantauan radarbanten.com di lokasi, batu yang ia bentuk dengan berbagai jenis rupa itu mendapat perhatian para pengunjung pameran. Sebab, Joko juga mendesain batu akik pancawarna gerem itu menjadi taman batu dalam sebuah akuarium yang ia namakan ‘Legenda Pantai Selat Sunda Kerajaan Bawah Tanah’. “Saya belum tahu harus menjualnya berapa (akuarium-red). Yang pasti, modalnya saja sudah habis sekitar Rp30 juta dan menghabiskan waktu selama dua minggu,” katanya.

Alasan pemilihan nama pancawarna gerem, kata dia, lantaran batu yang sekilas seperti batu fosil itu memiliki banyak kombinasi warna. “Sekilas memang kayak fosil, tapi warnanya lebih banyak,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Cilegon Sahruji mengatakan, adanya temuan batu akik pancawarna gerem itu diharapkan dapat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Cilegon memang juga memiliki potensi batu alam yang dapat bersaing, namanya batu pancawarna gerem. Kami berharap, sumber daya alam yang dimiliki ini akan memberikan dampak ekonomi yang positif kepada masyarakat,” katanya. (Devi Krisna)

BAGIKAN