CILEGON – Terus meningkatnya tren demam batu akik di masyarakat, mendorong pedagang untuk memutar otak agar barang dagangannya tetap ada yang laku terjual. Pedagang memanfaatkan kesempatan melambungnya harga batu akik di pasaran dengan menawarkan batu akik sintetis. “Batu akik itu kan saat ini semakin mahal saja. Sedangkan pembeli terkadang pinginnya yang murah. Makanya kita juga siapkan batu akik sintetis,” ujar Arwana, salah seorang pedagang di arena Cilegon Expo 2015 di lapangan Sumampir, Kecamatan Purwakarta, Cilegon, Selasa (28/4/2015).

Ia membenarakan, keputusan menawarkan batu akik sintetis itu lantaran batu akik asli sulit terjual sebab dibanderol dengan harga tinggi juga untuk meminimalisir kerugian atas biaya yang sudah dikeluarkan untuk sewa stan di pameran. “Kayak bacan atapun sungai dareh, harganya kan tinggi, makanya sulit terjual. Nah yang ini (batu akik sintetis-red) malah laris. Pembeli itu maunya yang murah, makanya kita juga siapin yang sintetis. Tapi kita jujur, kita bilang kalau itu sintetis,” sambung pemilik gerai Arwana Gemstone dari Jakarta ini.

Batu akik sintetis itu, lanjut Arwana, umumnya dibeli oleh ibu rumah tangga. Rata rata, ia menjual batu sintetis siap pakai itu dengan kisaran harga antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per buah.

Nurlinda salah seorang konsumen memilih batu akik sintetis lantaran tingginya harga batu akik asli. “Lagian juga ngga kalah cantik dengan batu akik asli, ya kan?,” ungkapnya percaya diri. (Devi Krisna)

BAGIKAN