CILEGON – Batu dengan motif lafadz Allah selama ini laku dengan harga tinggi. Bagaimana tidak, selain dianggap merupakan karya seni, batu yang dapat menjadi kebanggaan bagi penggunanya itupun dipandang langka sehingga sulit didapat di pasaran.
Namun tidak bagi Hendri (28), pedagang batu yang biasa berjualan di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa Cilegon. Batu dengan lafadz Allah itu banyak ia miliki, dan ia jual hanya dengan harga ceban alias Rp10 ribu. Usut punya usut ternyata batu itu dijual murah lantaran hanya batu sintetis. “Ini batu sintetis, diproduksi secara massal. Dari coraknya, si pembuat batu kayaknya menempelkan pacar kuku dan dibentuk lafadz Allah di atas permukaan batu,” ujarnya dengan nada terkekeh kepada radarbanten.com, Jumat (27/3/2015).

Batu bermotif itu, kata dia, ia peroleh dari kawasan Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur. Ia mengatakan, demam batu akik yang terjadi di masyarakat saat ini telah membuat batu akik dengan lafadz Allah miliknya itu laku keras di pasaran. “Saya jelasin pada calon pembeli, kalau ini batu sintetis. Tapi tetap saja, mereka mau membelinya,” sambungnya.

Informasi yang ia sampaikan kepada calon pembelinya itu, kata dia, untuk menghindari kekecewaan dari pembeli. “Karena motif ini dibuat dengan pacar kuku, otomatis kan, satu bulan luntur,” terangnya.

Sementara itu, Rudian, salah seorang calon konsumen yang dijumpai di lokasi mengaku sudah mengetahui bahwa batu akik yang ditawarkan itu adalah batu sintetis. “Lagian, ngga ada batu akik itu punya motif yang sama. Pasti ada perbedaannya. Ini kan tidak, sama semua,” katanya seraya tersenyum. (Devi Krisna)