SERANG – Bawaslu Banten memeriksa putri Menetri Agama Suryadharma
Ali, Kartika Yudhisti terkait pelanggaran kampanye. Kartika merupakan calon
legislatif (caleg) DPR-RI dari dapil Banten 2 wilayah Kabupaten Serang, Kota
Serang, dan Kota Cilegon.

Kartika datang dengan kendaraan Toyota Fortuner warna putih
nopol B 116 PPP diperiksa pada pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB
didampingi penasihat hukumnya Agus Setiawan.

Staf Assisten Bawaslu Banten Bahtiar Rifai yang memeriksa
Kartika bertanya seputar kegiatan Kartika dan ayahnya di Masjid Al-Musawwa,
Pejaten, Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Usai memeriksa Kartika, pada pukul 13.00WIB siang ini
Bawaslu Banten akan memerika Ketua DPW PPP Banten Mardiono terkait dugaan
pelanggaran Pasal 86 ayat 1 huruf h UU RI No 8 Th 2012 dengan ancaman hukuman 2
Tahun penjara dan denda Rp 24 Juta.

“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kepada Kartika
Yudhisti sebagai caleg dan juga puteri dari Ketua Umum PPP,” kata Ketua
Pengawasan dan Penindakan Bawasalu Banten Eka Satialaksmana kepada wartawan, di
Sekretariat Bawaslu Banten, Kelapa Dua, Kota Serang, Jumat (21/3/2014).

Bawaslu Banten memanggil Kartika atas dugaan pelanggaran
mendahului agenda kampanye yang telah dibuat KPU Banten. Pelanggaran ini
mencuat ketika Kartika Yudhisti bersama ayahnya mendatangi pengarahan Lembaga
Dakwah Islam Indonesia (LDII) Selasa, (11/3/2014), di Masjid Al-Mussawwa, Keramatwatu,
Kabupaten Serang.

Bawaslu pun memanggil Menag terkait kasus dugaan pelanggaran
kampanye dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, Bawaslu juga
memanggil DPW LDII untuk diperiksa. “Sejak Rabu kami telah memanggil pihak
DPW LDII dan mereka datang. Kemarin pihak Kanwil Kemenag Banten juga kami
periksa,” terang Eka.

Terkait Menag yang tidak hadir dalam pemangilan pertamanya,
pihak Bawaslu akan melakukan pemanggilan kedua. “Sebetulnya, kemarin kami
panggil SDA dan Kartika akan tetapi SDA tidak bisa hadir,” sebut Eka. (WAHYUDIN)

BAGIKAN