SERANG – Ketua Badan Pengawas Pemiliah Umum (Bawaslu) Pramono U Tantowi menyebut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini merupakan uji coba. Hal tersebut diungkapkan Pramono saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Tahapan Kampanye di aula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Selasa (8/9/2015).

“Pilkada serentak ini uji coba pertama, apakah masyarakat kita siap, apakah masyarakat politik siap, apakah penyelenggara (KPU dan Bawaslu) siap, dan apakah negara kita siap,” kata Pramono di depan para calon kepala daerah dan penyelenggara pilkada di empat kabupaten/kota di Provinsi Banten, Selasa (8/9/2015).
Pramono menambahkan, Pemerintah melalui KPU sudah memfasilitasi peserta kampanye seadil mungkin, hal itu terwujud dengan menanggung biaya kampanye seluruh peserta pilkada, baik dari alat peraga kampanye hingga publikasi.

“Jadi kami berharap peserta pilkada tidak mempermasalahkan masalah-masalah kecil, jika didapati masalah kecil seperti spanduk yang sobek, lepas, cukup dengan membiarakannya baik-baik, jangan dibesar-besarkan,” kata Pramono.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron mengatakan, yang dimaksud pilkada uji coba yaitu dengan melihat realitas pertama kalinya pilkada serentak dilakukan di negara ini. “Dilihat dari bahasa pertama kali dilakukan maka bahasa uji coba tersebut keluar,” kata Daniel.
Karena itu, ini sebagai pembuktian apakah seluruh elemen yang terkait dengan Pilkada seperti masyarakat, peserta pilkada, penyelenggara pilkada (KPU dan Bawaslu), negara dan elemen lain siap melangsungkan pilkada secara serentak.

“Sebetulnya sama saja dengan pilkada sebelumnya, perbedaan yang sangat menonjol hanya pada peserta pilkadanya,” kata Daniel. (Bayu)