CILEGON – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon tahun ini menargetkan zakat fitrah sebesar Rp500 juta. Tahun lalu perolehan zakat fitrah mencapai Rp450 juta.

“Kami berharap target tersebut dapat tercapai karena kami jauh-jauh hari sudah memberikan imbauan kepada pegawai negeri sipil (PNS) dan perusahaan untuk membayarkan zakatnya melalui Baznas,” kata Muhammad Imron, Kepala Pelaksana Baznas Cilegon, di ruang kerjanya, Jumat (3/7/2015).

Dijelaskan Imron, tahun ini zakat yang dikeluarkan ada kenaikan dari tahun sebelumnya karena harga beras juga naik. “Kalau menggunakan uang tahun ini zakat fitrah yang harus dikeluarkan yaitu Rp28 ribu, untuk beras 2,5 kilogram. Adapun untuk tahun kemarin yaitu sebesar Rp27 ribu,” ujar Imron.

Imron mengungkapkan, perolehan Baznas dari sumber lain, seperti shadaqoh, infaq dan zakat mal selama 2014 mencapai Rp3,2 miliar. “Kami juga berharap selama bulan Ramadan ini Baznas dapat menerima dari shadaqoh, infaq dan zakat mal hingga Rp1 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, dibandingkan daerah lain, seperti Kabupaten Lebak, kesadaran perusahaan di Cilegon untuk menyalurkan zakat melalui Baznas masih rendah. Karena pihaknya baru menerima zakat dari PNS dan beberapa perusahaan saja. “Perusahaan yang sudah menyerahkan zakatnya ke Baznas yaitu PT Indonesia Power, PT Krakatu Steel dan PT Sankyu Indonesia Internasional. Sementara yang lainya belum ke Baznas, padahal di Cilegon banyak sekali perusahaan,” terangnya.

Imron menambahkan, zakat yang sudah diterima oleh Baznas akan di salurkan kepada yang berhak melalui dewan kemakmuran masjid (DKM). “Ada 378 DKM di Cilegon ini,” tambahnya. (Rahmatullah)