SERANG – Ketua DPD I Muslimah Hizbut Tahrir Indonedia (MHTI) Banten Fathia E Wiryadinata menuding, keputusan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan upaya liberalisasi migas secara total.

“Kenaikan BBM adalah bukti kebijakan yang sangat sarat kepentingan asing, meskipun kemudian diturunkan, namun tidak bisa menutupi maksud sesungguhnya kebijakan tersebut yakni pemberlakuan liberalisasi migas secara total,” kata Fathia di sela-sela acara tablig akbar, dengan tema ‘Perempuan dan Indonesia dalam Ancaman Neoliberalisme dan Neoimperalisme’ di Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Rabu (29/4/2015).

Mencabut Subsidi BBM, kata Fathia, seiring dengan kemauan perusahaan migas asing agar mereka bisa leluasa masuk di sektor niaga BBM. “Ini bisnis yang luar biasa besar. Tentu mereka akan mengambil minyak di Indonesia, lalu diolah dan dijual di Indonesia,” katanya.

Fathi menjelaskan, dengan seperti itu, bila banyak orang menyerukan ‘Save KPK’, lebih dari itu sesunggunya memerlukan ‘Save Indonesia’. “Kalau saja ancaman ke negeri ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin negeri ini akan hancur,” jelasnya. (Fauzan Dardiri)