SERANG – Banten Creative Community (BCC) dan Ikatan Keluarga Alumni SMPN 2 Waringinkurung melakukan pembinaan masyarakat desa di Kecamatan waringinkurung. Program bina desa tersebut akan digelar BCC dan IKA SMPN 2 Waringinkurung di beberapa desa untuk pengembangan dan pemberdayaan bambu di kabupaten serang. Kerja sama ini ditandatangani saat reuni akbar IKA SMPN 2 Waringinkurung di Aula PGRI Serang, akhir pekan lalu.

“Program bina desa akan menjadi pilot project kami dalam mengawal kesiapan masyarakat dalam mengahadpi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean-red)”, Ujar Usep Mujani, Presiden BCC dalam acara silaturahmi Alumni SMPN 2 Waringinkurung melalui rilis yang diterima radarbanten.com, Senin (23/3/2015).

Ia menambahkan, pemberdayaan bambu di desa-desa tertinggal adalah solusi nyata untuk mengembalikan desa menjadi mandiri baik secara ekonomi, energi maupun lingkungan.

“Bambu dekat dengan kehidupan masyarakat, hampir di semua desa di Banten terdapat komoditi bambu, kami akan mendorong desa melakukan pengembangan komoditi ini dari hulu hingga hilir,” jelas Usep.

Hal senada disampaikan Ketua IKA SMPN 2 Waringinkurung, Sobari, Ia menilai pemberdayaan masyarakat desa sangat penting, mengingat desa adalah elemen utama dalam pembangunan nasional. “ini model pembangunan era baru, di mana posisi desa dibuat menjadi sentral dan strategis”, ucapnya.

Menurut sobari, Waringinkurung dapat dijadikan sentra pemberdayaan bambu untuk Kabupaten Serang. “Kami telah menyepakati untuk melakukan kerjasama dengan BCC untuk program bina desa di Waringinkurung. IKA akan mengawal program tersebut,” tegasnya.

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dari alumni dan masyarakat setempat. selain itu, turut diserahterimakan secara simbolis bibit bambu dari BCC kepada pengurus IKA SMPN 2 Waringinkurung yang akan ditanam di lahan-lahan desa se-Kecamatan Waringinkurung. (Qizink)

BAGIKAN