Bedolan Pamarayan Sempat Terhenti Sembilan Tahun

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan tradisi bedolan Pamarayan sempat terhenti selama sembilan tahun, terhitung sejak terakhir kali pada tahun 2008. Padahal, tradisi ini sangat menarik wisatawan.

Namun demikian, mulai tahun ini, Pemerintah Kabupaten Serang akan menjadikan tradisi bedolan Pamarayan sebagai agenda besar tahunan di Kabupaten Serang.

“Ketika saya jadi wakil (Bupati) tidak ada (bedolan Pamarayan,-red). Tradisi ini kan sudah ada sejak lama, namun terhenti. Bendungan ini menarik perhatian masyarakat Pamarayan dan Cikeusal. Bahkan orang Serang pada pulang kampung ingin menyaksikan,” katanya saat mengisi sambutan Festival Bedolan Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Kamis (12/10).

Kegiatan ini, dikatakan Tatu, bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-491. Kabupaten Serang ini kabupaten paling tua karena ditetapkan terhitung sejak Kesultanan Banten.

“Banyak kegiatan seni dan olahraga. Seperti pencak silat, egrang, ada wayang golek,” ucapnya.

Ia berharap Festival Bedolan Pamarayan ini memberi dampak positif untuk perekonomian masyarakat sekitar, karena kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendobrak potensi pariwisata di Kabupaten Serang agar tidak kalah dari daerah lain.

“Ini akan menjadi agenda wisata tahunan di Kabupaten Serang. Mudahan-mudahan balai besar dan lainnya terus bersinergi,” tuturnya. (Anton Sutompul1504@gmail.com)