Langkah Tim Cobra Polda Jatim yang menembak mati Yanuar Aditio alias Tio bisa mengurangi bertambahnya pertumbuhan begal di Jatim. Sebab, residivis yang ditembak mati Rabu (11/3) itu dikenal sebagai perekrut begal muda. Caranya, dia mengajak berpesta miras dan berlanjut dengan beraksi.

Hal itu diketahui tim khusus pemburu bandit bentukan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hanny Hidayat. Mereka telah menguntit pelaku cukup lama. ”Petugas mengawasi pelaku sejak keluar dari penjara,” kata Hanny yang dikutip JPNN.

Dia menyatakan, Tim Cobra memiliki data pelaku kejahatan jalanan yang sudah ditangkap. Petugas juga memiliki catatan hukuman yang dijatuhkan sehingga bisa memprediksi kapan bebas dari penjara. Data itu digunakan untuk memantau pergerakan pelaku kejahatan yang sudah dihukum, termasuk Tio.

Tim yang berisi polisi dengan sejumlah keahlian itu mengawasinya sejak keluar dari penjara dua bulan lalu. Petugas memantau kesehariannya, baik di rumah maupun di luar rumah. Dari sanalah petugas mengetahui bahwa hukuman penjara tidak membuat pelaku jera.

Hanya beberapa hari setelah keluar dari penjara, Tio sudah bergabung dengan kelompok bandit di Pasuruan. Kelompok itu diduga dikenalnya ketika masih berada di penjara. ”Makanya baru sebulan bebas, sudah merampok lagi di Jalan Pandaan,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Tim Cobra juga melihat cara Tio membentuk jaringan begal baru. Caranya, dia berbaur dengan remaja yang kongko-kongko saat malam. Termasuk geng motor yang selalu bergadang saban malam. Mereka diajak berpesta miras sampai akhirnya para remaja itu seperti takluk terhadap Tio.

Hanny menjelaskan, hanya dalam waktu lima hari setelah pesta miras, remaja-remaja tersebut diajak beraksi. Sebelum beraksi, pelaku tidak hanya mencekoki dengan miras, tetapi juga memberikan pil koplo secara gratis.

Karena pengaruh miras dan pil koplo tersebut, bandit kelompok Tio tergolong sadis. Hal itu bisa dilihat dari rekam jejaknya ketika beraksi di Sidoarjo. Dia tergabung dalam kelompok kepruk kepala. Salah satu korbannya adalah purnawirawan tentara yang tewas di tangan kelompok Tio. (eko/git/mas)

BAGIKAN