SERANG – Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin berjanji akan menindak tegas warga Desa Pejaten yang terlibat tawuran.

“Setelah ini, kita tidak akan mengambil langkah-langkah persuasif, dan kita akan mengambil tindakan tegas. Kejadian malam ini, sebetulnya dampak dari kejadian kemarin, masih ada isu yang berusaha memprovokasi warga,” kata Nunung kepada wartawan usai melakukan Mediasi bersama warga, di Kantor Kecamatan Kramatwatu, Minggu (16/8/2015) dinihari.

Sehingga kita dari polres dan kodim, terus melaksanakan kegiatan patroli dan penyisiran untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Kalau ada warga yang kumpul-kumpul kita bubarkan, kira-kira begitu. Kita masih melakukan pengamanan bersama disini. Sebenarnya hal ini penegasan kembali kan kemarin sudah disepakati, malahan disaksikan sama Pj. Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Serang,” kata Nunung.

Atas kejadian tersebut, Nunung Syaifudin meminta kepada keduabelah pihak sama-sama mengendalikan masyarakatnya masing-masing. “Sama mengendalikan masanya, saya yakin bapak-bapak sekalian. Tidak ingin ada warganya diambil secata paksa. Kalau terjadi akan mengambil tindakan keras dan tidak akan memberi toleransi lagi,” katanya dihadapan perwakilan warga yang bertikai.

Sementara itu, Mediasi dihadiri langsung oleh kedua belah pihak, yakni Rofei Kepala Desa Pejaten terlantik, dan Muklis calon kepala desa yang mewakili kampung kejayan, didampingi oleh masing-masing tokoh kampung masing-masing.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menahan masing-masing warganya agar kerusuhan tidak terulang kembali, dalam kesempatan itu juga kedua belah pihak menandatangani surat kesepakatan bersama. (Fauzan Dardiri)

BAGIKAN