Berbahaya, Wanita Diharapkan Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Serang Sofyeni

SERANG – Kanker serviks atau kanker pada leher rahim merupakan salah satu penyakit berbahaya yang mengancam setiap wanita di dunia, termasuk wanita Indonesia. Bahayanya,  kanker serviks umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, dan itu sangat membahayakan si pengidap penyakit tersebut.

Karena itu, para wanita diharapkan melakukan langkah pencegahan dengan melakukan deteksi dini kanker serviks.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Serang Sofyeni mengungkapkan, BPJS Kesehatan selama 13 Juli hingga 31 Juli menyelenggarakan bulan deteksi dini kanker serviks bagi peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia termasuk di Banten.

“Pelaksanaan deteksi dini ini melalui IVA. Ini merupakan cara yang paling sederhana untuk mengetahui penyakit ini, hanya butuh waktu lima menit, akan diketahui hasilnya,” ujar Sofyeni, Selasa (18/7).

Untuk memeriksa, masyarakat bisa mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Layanan ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika diperiksa dan perlu penanganan lebih lanjut akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan berlaku,” katanya.

Secara nasional, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjut mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sebesar Rp 56,5 miliar. Sedangkan di tingkat rawat inap tingkat lanjutan sebanyak 6.938 kasus dengan total biaya Rp 87,1 miliar.

“Di wilayah kerja kami, data kasus belum ada, namun untuk pemeriksaan IVA hingga Juni kami lakukan pembayaran untuk 301 peserta, target tahun ini 8.046 peserta,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)