Tim futsal Gubernur Banten Wahidin Halim bersama tim futsal Pokja Wartawan Harian Cetak dan Elektronik Banten sebelum tanding futsal, Kamis (10/8).

SERANG – ‎Pertandingan futsal antara tim Gubernur Banten melawan tim Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten berlangsung sengit, dengan skor akhir imbang 4-4.

Gubernur Banten Wahidin Halim yang sejak kick off babak pertama ‎menjadi penjaga gawang berhasil mementahkan sejumlah peluang yang dimiliki tim wartawan.

Tim wartawan yang dikomandoi Wakil Ketua Pokja Wartawan Aditya Ramadhan berhasil memanfaatkan keunggulan skuad timnya yang masih berusia muda. Babak pertama, Wahidin Halim dipaksa dua kali harus memungut bola dari gawangnya setelah wartawan berhasil menceploskan bola menjadi goal.

Namun sebelum jeda babak pertama, Tim Gubernur berhasil mengejar ketertinggalan memanfaatkan kemelut di depan gawang tim wartawan. Babak pertama, skor berkesudahan 2-1 untuk keunggulan tim wartawan.

Memasuki babak kedua, tim gubernur langsung merotasi sejumlah pemain. Sejumlah pejabat pemprov masuk ke lapangan untuk mengejar ketertinggalan. Tidak butuh waktu lama, babak kedua baru dimulai, tim gubernur berhasil menyamakan kedudukan 2-2 melalui tendangan adu penalti, menyusul pemain belakang tim wartawan melakukan pelanggaran.

Wahidin yang langsung mengeksekusi penalti berhasil membuat gol cantik, memperdaya penjaga gawang tim wartawan. Skor 2-2 membuat tensi pertandingan semakin seru. Tim gubernur terus menggempur lini pertahanan tim wartawan.

Tidak mau dipermalukan wartawan dengan terus meningkatkan arus serangan, tim gubernur terlena. Tim wartawan yang dihuni pemain-pemain muda berhasil memanfaatkan situasi. Unggul stamina, tim wartawan kembali berhasil memperbesar kedudukan menjadi 3-2.

Gemuruh penonton yang hadir membuat tim gubernur menata serangan dengan lebih apik. Hasilnya pun langsung terasa. Lewat serangan balik, tim gubernur kembali mampu menyamakan kedudukan. Skor pun kembali berubah menjadi 3-3.

Pertandingan semakin menegangkan, jelang peluit babak kedua berakhir. Kedua tim kembali berhasil membuat sorak sorai penonton yang hadir. Tim wartawan kembali mampu menciptakan goal memanfaatkan kesalahan koordinasi pemain lawan. Skor pun menjadi 4-3.

Namun lima menit jelang babak kedua‎ berakhir, tim gubernur justru mampu menggagalkan kemenangan tim wartawan. Gerimis hujan membuat penjaga gawang tim wartawan melakukan kesalahan, sehingga bola tendangan pemain lawan gagal diamankan, dan justru masuk ke gawangnya sendiri. Skor kembali sama kuat menjadi 4-4.

Pertandingan pun terpaksa harus ditentukan lewat babak adu penalti, untuk menentukan pemenang. Keajaiban pun terjadi, penendang pertama tim wartawan, Rifat Alhamidi gagal menceploskan bola, setelah tendangannya berhasil ditepis gubernur yang tampil percaya diri di babak adu penalti.

Peluang pun berpindah ke tim gubernur, namun sayang. Penendang pertama tim gubernur pun gagal mencuri goal. Skor pun masih sama kuat 4-4.

Penendang kedua tim wartawan, Megat, akhirnya mampu membuka asa bagi wartawan untuk mengungguli tim gubernur. Wahidin gagal menepis tendangan megat yang arahnya sudah terbaca. Skor berubah menjadi 5-4.

Merespon ketertinggalan, penendang kedua tim gubernur pun langsung ‎membalas. Penjaga gawang tim wartawan, Rahmat Kurniawan gagal menepis tendangan kencang dari pejabat pemprov yang mengeksekusi penalti. Skor kembali imbang menjadi 5-5.

Penendang ketiga atau pengeksekusi penalti terakhir tim wartawan, Saprol, terpaksa harus berhadapan langsung dengan Wahidin. Bola yang diarahkan ke pojok kanan gawang tak mampu dibaca oleh gubernur, sehingga skor pun berubah menjadi 6-5. Sayang, kemenangan tim wartawan harus sirna saat penendang ketiga tim gubernur pun mampu menciptkan goal penyeimbang menjadi 6-6.

Pertandingan pun harus berakhir sama kuat, karena hujan deras menghentikan pertandingan.

“Sudah-sudah, nanti kita lanjutkan lagi pertandingannya,” kata Wahidin disambut riuh penonton.

Usai pertandingan, Aditya Ramadhan mengaku puas dengan hasil imbang tim wartawan melawan tim gubernur. “Ini pertandingan luar biasa. Permainan imbang dua kali. Bahkan hingga babak adu penalti. Salut buat Pak Gubernur sebagai penjaga gawang handal,” tutur Adit. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)