Berstatus Tersangka, Sony Pawitan Ditahan

SERANG – Sony Pawitan harus merasakan menginap kembali di sel tahanan. Selasa (10/10), mantan ketua KNPI Kota Serang itu dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Serang  setelah resmi berstatus tersangka.

“Sudah dititipkan di Rutan sini (Serang-red). Setelah kami lakukan tes urine positif dan mengakui mengonsumsi narkoba, kami langsung lakukan penahanan,” kata Direktur Resnarkoba Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Yohanes Hernowo kepada Radar Banten, Rabu (11/10).

Sony ditangkap di kediaman orangtuanya di Jalan Jayadiningrat, Lingkungan Kaujon, Kota Serang, Sabtu (7/10) malam lalu. Saat digerebek, polisi menemukan satu paket sabu-sabu dari dalam saku celana yang dikenakan. Anak salah satu pengusaha ternama di Kota Serang itu langsung digelandang ke Mapolda Banten.

“Kami sangkakan Pasal 112 dan 114 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Yohanes.

Perwira menengah kepolisian itu mengaku, kasus dugaan penyalahgunaan narkotika golongan satu itu masih dikembangkan. Polisi bakal menelusuri penyuplai sabu-sabu itu kepada Sony.

“Ada informasi dari tersangka, didapat dari siapa. Tetapi, kami diperiksa dahulu, betul atau tidak informasi yang disampaikan,” jelas Yohanes.

Terkait penyakit HIV yang diderita tersangka, polisi akan memberikan kesempatan tersangka melaksanakan pengobatan. “Nanti, anggota kita akan mendampingi (keluar tahanan-red), bila memang tersangka akan mengikuti pengobatan,” kata Yohanes.

Dihubungi terpisah, Kasubsi Rutan Serang Kahfi mengatakan, Sony akan diberikan perhatian khusus terkait kesehatannya. “Tentu ada perhatian khusus. Karena, penderita HIV ini harus meminum obat terus. Sejauh ini, belum ada keluhan,” kata Kahfi.

Dikatakan Kahfi, terpidana kasus narkoba dan pengidap HIV biasanya dipindahkan ke Lapas Pemuda Tangerang. “Itu lapas khusus. Tetapi karena masih proses penyidikan, kita belum bisa pindahkan,” kata Kahfi.

Namun, Kahfi menegaskan, Sony tidak akan diberikan perlakuan khusus mengenai sel tahanan yang akan ditempatinya. “Enggak ada masalah. Cuma ngomong atau cipika-cipiki tidak akan menular,” jelas Kahfi.

Sebelumnya, Sony pernah diciduk oleh anggota Subdit II Ditresnarkoba Polda Banten pada Kamis, 7 Februari 2013. Anak pengusaha ternama di Kota Serang itu ditangkap setelah polisi menciduk rekannya bernama Ari Wardana di teras rumah Sony Pawitan di Jalan Jayadiningrat, Lingkungan Kaujon, Kota Serang. Dua paket besar ganja seberat 1,5 kilogram disita dari Ari Wardana.

Sementara, saat menggeledah kediaman Sony ditemukan empat paket ganja ukuran sedang seberat 330 gram. Dua paket sabu-sabu seberat 2,33 gram dari dalam kamar Sony. Selasa, 9 Oktober 2013, di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Sony dijatuhi pidana penjara selama empat tahun. Sony juga dibebani membayar denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan.

Majelis hakim PN Serang menilai, Sony terbukti telah memenuhi dakwaan subsider kesatu Pasal 111 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dakwaan ketiga Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada putusan itu, Sony diperbolahkan mengikuti pengobatan selama proses pidana penjara lantaran mengidap komplikasi HIV AIDS, lever, dan paru-paru. (Merwanda/RBG)