Kylie Jenner. Foto: Mirror/JPNN.com

JAKARTA – Banyak perempuan masa kini yang datang ke klinik kecantikan untuk memperbaiki tampilan wajahanya. Misalnya dengan memberikan filler pada bibir supaya bibir terlihat lebih tebal dan seksi.

General Manager 8th Avenue Clinic dr. Inge Yolanda, Dipl. CIBTAC mengungkapkan, jika dulu banyak perempuan datang ke klinik kecantikan untuk mengubah atau memperbaiki bentuk wajah didominasi perempuan berusia 40 tahun ke atas, kini justru lebih banyak didominasi perempuan muda. Perempuan usia 20 tahun kini lebih berani bereksperimen terhadap wajahnya.

“Saat ini justru usia muda jauh lebih berani. Alasannya pengaruh media sosial dan melihat role model seperti Kylie Jenner itu. Ingin membuat bibir mereka lebih tebal dengan berani melakukan perawatan wajah seperti filler, tarik benang atau botoks,” kata Inge kepada wartawan, Selasa (3/10), sebagaimana dilansir JPNN.com.

Menurutnya, bibir seseorang tipis atau tebalnya bisa dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pasti genetik. Bibir menjadi tipis juga bisa disebabkan oleh penuaan. Karena itu banyak perempuan saat ini datang untuk memperbaiki dan mengisi volume bibir agar nampak lebih tebal dengan filler.

Soal awet atau tidaknya filler bibir, lanjut dia, dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan. Idealnya filler pada bibir bisa bertahan selama 8 bulan hingga 1 tahun. Namun ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi filler bibir bisa bertahan lama atau tidak. Salah satunya adalah berciuman.

“Ada juga filler yang padat, bukan yang cair. Sehingga banyak pasangan lebih sering komplain saat berciuman seperti ada keras-kerasnya, enggak enak. Makanya kalau untuk filler bibir tentu lebih baik yang cair,” ujar Inge. (IKA/JPC)