Bila Langgar Tarif, Trayek Angkutan Bakal Dicabut

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Banten telah menetapkan tarif batas atas dan bawah untuk angkutan selama arus mudik dan balik.

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas ( Dalop dan MRLL) Disuhubkominfo Banten Sucipto, tarif batas atas ditentukan sebesar 30 persen, sedangkan tarif batas bawah sebesar 20 persen dari harga normal.

“Misalnya, jika pada hari biasa harganya hanya Rp 10 ribu, maka saat mudik paling tinggi tidak boleh lebih dari 30 persen dari Rp 10 ribu, jadi sekitar Rp 13 ribu untuk harga saat mudik,” ujarnya, Kamis (16/6).

Menurut Sucipto, tarif angkutan umum ekonomi seperti bus dan lainnya sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 6 Tahun 2015 tentang tarif jarak batas atas dna tarif jarak batas bawah kendaraan bis umum angkutan penumpang antar kota dalam provinsi kelas ekonomi di wilayah Provinsi Banten. “Kami pastikan tidak ada kenaikan tarif bus pada musim lebaran. Sekarang tarifnya sudah permanen, kalau dulu ada tuslah, sekarang berlakunya tarif batas bawah dan tarif batas atas,” ujarnya.

Untuk mencegah permainan tarif angkutan, pihaknya bekerja sama dengan kepala terminal akan memasang tabel tarif angkutan di terminal di Banten. Sucipto pun meminta masyarakat melaporkan perusahaan angkutan yang menaikkan tarif di luar batas tarif yang sudah ditentukan. Jika terbukti melanggar, Dishub tak segan-segan mencabut izin trayek angkutan umum tersebut.

“Kami imbau masyarakat untuk melaporkan jika ada angkutan yang menaikkan tarif tidak sesuai ketentuan. Memang ini rentan karena tidak mudah mengendalikan, kadang masyarakat juga tidak mau ribet akhirnya enggak lapor,” tegasnya. (Bayu)