Pelatihan membuat dan menghias celengan di SDN Kosambi yang diselenggarakan BNI Life.

SERANG – PT BNI Life Insurance melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) bertajuk “BNI Life Berbagi Sehat Bersih” di Desa Kosambi, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (16/9).

Kegiatan CSR yang melibatkan 980 tenaga telemarketer BNI Life ini merupakan program tahunan perusahaan. Tahun lalu program yang sama dilaksanakan di PTPN VIII Gunung Mas Puncak Bogor. Tujuannya untuk memperkenalkan asuransi kepada masyarakat.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan perusahaan asuransi di Indonesia untuk melaksanakan literasi produk keuangan kepada masyarakat, salah satunya asuransi. Melalui program CSR ini kami ingin memberikan pemahaman pentingnya menyiapkan perencanaan keuangan ke depan,” kata Head of Affinity BNI Life Indrawati dalam keterangan persnya.

Indrawati mengatakan, penetrasi industri asuransi masih sangat rendah (2,80 persen terhadap PDB tahun 2016). Melalui program ini BNI Life ingin memberikan pemahaman agar masyarakat lebih cerdas dalam mengelola dan menata keuangannya.

Menurutnya, sangat disayangkan seorang anak cerdas harus putus sekolahnya di tengah jalan hanya karena keluarganya tidak dapat menata keuangannya dengan baik padahal banyak ragam produk asuransi dengan premi terjangkau.

“Kami punya produk dengan premi terjangkau mulai dari Rp100 ribu per bulan sudah mendapatkan perlindungan yang layak sangat cocok diterapkan bagi masyarakat di perdesaan. Ke depannya tidak ada lagi kesenjangan penggunaan produk asuransi antara masyarakat kota dan desa,” kata Indrawati.

Lebih jauh dijelaskan, program CSR bertajuk “BNI Life Berbagi Bersih Sehat” diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain pelatihan literasi keuangan untuk 320 keluarga dan 100 orang siswa SDN Kosambi, renovasi dan peningkatan fasilitas sekolah PAUD dan Madrasah; bakti sosial berupa kegiatan bersih-bersih dan pengecatan lingkungan, serta penyediaan tempat sampah.

Salah satu bentuk pelatihan perencanaan dan perlindungan finansial yang diberikan kepada 100 orang murid SDN Kosambi berupa kerajinan tangan membuat dan menghias celengan kertas. Celengan merupakan salah satu bentuk bekal manajemen dan perlindungan sederhana sehingga diharapkan mereka dapat memanfaatkan celengan sederhana ini sebagai bekal finansial mereka dalam meraih asa dan cita di masa depan.

Sementara terkait pelatihan literasi keuangan, Indrawati mengatakan sudah menjadi komitmen BNI Life untuk mendukung terbukanya akses informasi mengenai pengelolaan keuangan dan pengenalan risiko-risiko kehidupan di masyarakat melalui pola pengaturan keuangan secara sederhana.

Bagi masyarakat desa yang ingin ikut asuransi kini sudah semakin mudah, apabila ingin klaim sudah tersedia layanan pusat informasi yang aka segera ditindaklanjuti, sedangkan untuk pembayaran premi dapat dilaksanakan melalui ATM baik BNI maupun bank lain yang telah terintegrasi, jelas Indrawati.

Head of Corporate Communication BNI Life Lia Susetio mengatakan, selain melalui telemarketer sosialisasi produk asuransi juga dilaksanakan melalui tenaga Agen 46 yang merupakan wujud sinergi dengan Bank BNI sebagai induk usaha. Mereka akan memberikan pemahaman mengenai manfaat layanan asuransi kepada masyarakat.

Lia juga menyampaikan sejak tiga tahun terakhir sosialisasi produk asuransi BNI Life terus ditingkatkan. Jerih payah ini membuahkan hasil meraih peringat tujuh untuk kategori premi bisnis baru tahun 2017, setelah tahun lalu meraih peringkat 15.

“Kami memberikan target pada tahun 2019 berhasil meraih peringkat lima besar khususnya untuk kategori premi bisnis baru. Persiapannya telah dilakukan mulai pembenahan teknologi, sinergi di lingkungan BNI, pemanfaatan payroll, sampai pemanfaatan aplikasi dan web,” ujar dia. (AAS ARBI)