SERANG – Badan Narkotika Nasaional (BNN) Banten meminta kepada mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Jayeng Rana, tidak mencontoh aktor senior Roy Marten jika ingin sembuh total dari ketergantungan narkoba jenis sabu. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pemberantasan BNN Banten AKBP Akhmad, setelah keluar surat asesmen untuk rehabilitasi Jayeng Rana untuk penyembuhan dari ketergantungan narkoba jenis sabu.

“Kalau itu (Jayeng mau sembuh dari ketergantungan narkoba) kita minta kepada beliaunya sendiri jangan sampai terulang seperti kasusnya Roy Marten. Setelah memberikan testimoni di Surabaya, eh setelah itu malamnya ditangkap (kasus yang sama). Jangan seperti itu. Harapan kita jayeng kan tokoh masyarakat Banten, kalau mengatakan ‘jangan tercebur seperti saya’ ya memang harus benar-benar berhenti,” ujar Akhmad kepada radarbanten.com, melalu sambungan telpon, Selasa (5/5/2015).

Sejauh ini ungkap Akhmad, komunikasi antara BNN dengan Jayeng Rana yang kini terbaring di RS Sari Asih, Jayeng mengaku ingin sembuh. “Tapi kita minta jangan hanya kamuflase. kalau dia mengatakan bahwa selama ini penggunaan narkoba itu untuk mengurangi rasa sakit, apa pun alasanya, dilihat dari sisi hukum tetap salah,” tegasnya.

Sebagaimana dikatakan Akhmad, rencananya pihak BNN Banten akan mengirim Jayeng Rana untuk menjalani rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Lido, Kabupaten Bogor. “Kalau untuk pecandu berat seperti Pak Jayeng mungkin kita rekomendasikan untuk rehabilitasi di Lido.”

Untuk diketahui, hasil interview antara Jayeng Rana dengan tim asassement terpadu BNN, Kejaksaan dan Penyidik Polda Banten menyatakan bahwa Jayeng tidak terlibat dengan jaringan pengedar narkoba. “Jadi Pak Jayeng posisinya setelah adanya asassment itu sebagai pengguna saja. Tidak terikat sebagai jaringan,” pungkasnya.

(Wahyudin)

BAGIKAN