SERANG – Motif bunuh diri bos baso bernama Wahyudin diduga lantaran pusing dengan kondisi ekonomi keluarga. Pasalnya, salah satu tetangga korban mengaku didatangi korban untuk meminjam uang.

“Kemarin datang ke saya. Bilangnya mau pinjam uang Rp10 juta. Bilangnya buat perpanjang kontrak kios penggilingan baso di Pasar Rau,” ujarnya salah satu tetangga korban kepada wartawan, Jumat (10/4/2015).

Belum sempat memberikan uang tersebut, Wahyudin kembali ke rumahnya. “Memang kemarin lihat juga sudah pucat sekali, kelihatan lagi kurang sehat,” lanjutnya.

Sementara itu Rosid, tetangga yang lain, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi korban turun drastis setelah istri pertama korban meninggal dunia. “Ini istri keduanya. Sebelum ini usahanya maju, mobilnya tiga. Pas istri pertamanya meninggal, belum lama ini nikah lagi, ada mungkin satu tahun. Usahanya kelihatannya nggak kaya dulu. Mobilnya juga udah kejual semua,” terangnya.

Ditanya apakah ada tanda-tanda korban pernah mengeluh kepadanya, Rosid tidak menjelaskan lebih lanjut. “Usahanya sudah nggak kaya dulu. Ini kontarakan punya almarhum. Rencananya yang sebelah sini akan dibangun lagi buat kontrakkan. Saya nggak tahu kalau punya masalah. Namanya orang hidup kan biasa punya masalah mah. Kalau hutang mungkin ada. Namanya orang usaha kan,” paparnya.

Pantauan di lokasi, jenazah korban dibawa ke Kampung Bolong, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang untuk dikebumikan.(Wahyudin)