Bos Facebook Mark Zuckerberg mengatakan telah menelepon Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pembicaraan melalui telepon ini menyangkut protes atas tindakan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang melakukan penyadapan terhadap sembilan perusahaan teknologi yang besar, termasuk Facebook.

“Harus menjadi juara dalam internet, bukan sebagai ancaman,” kata Zuckerberg dalam sebuah blog seperti yang dilansir BBC, Jumat (14/3).

Komentar pria berusia 29 tahun itu disampaikan sehari setelah sebuah laporan menyebutkan NSA menyadap sebuah server Facebook untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan komputer.

Dalam penyadapan tersebut diungkapkan bahwa NSA mengumpulkan nomor-nomor telepon, menyadap kabel serat optik yang berisi komunikasi global dan meretas jaringan. “Mereka butuh untuk lebih transparan mengenai apa yang mereka lakukan, atau orang akan percaya pada yang terburuk,” kata Zuckerberg.

Sementara itu, NSA dalam rilisnya membantah adanya penyadapan tersebut. NSA mengklaim penyadapan dengan menggunakan piranti lunak malware itu tidak akurat. “NSA hanya menggunakan kapastitas teknik untuk mendukung penegakan hukum dan melakukan operasi intelejen asing yang pantas, semuanya harus dilaksanakan dengan sesuai aturan yang ketat sesuai dengan otoritasnya,” katanya.

Juru bicara Gedung Putih Caitlin Hayden hanya memberikan komentar singkat persoalan penyadapan yang menggegerkan ini, termasuk pembicaraan mengenai Zuckerberg dengan Obama yang menyampaikan protes. Kata dia, Obama memang melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Zuckerberg pada Rabu (12/3) tapi hanya masalah tuduhan aktivitas intelejen AS. (awa/jpnn)***