SERANG – Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota
Serang, Mamat Hambali mengatakan, tepat 3 bulan batas akhir kesepakatan
pengembalian izin usaha, para pengusaha kafe dan resto. BPTPM limpahkan
sepenuhnya ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

“Kami sudah mengingatkan kepada para pengusaha sejak H-7 lalu, yang kami
tembuskan juga ke Satpol PP Kota Serang. Nanti tinggal evaluasi oleh
Satpol PP, jika masih ada kegiatan tempat hiburan yang beroperasi
tinggal mereka tertibkan,” ungkap Hambali kepada wartawan di Puspemkot
Serang, Senin (11/5/2015).

Hambali mengatakan, istilah penertiban tersebut memiliki makna yang
luas, apakah dilakukan penutupan sementara, atau penutupan secara
keseluruhan. Hal tersebut tergantung bagaimana nanti keputusan penertib.
“Kami hanya memberi laporan dan mengingatkan kepada pihak pengusaha
hiburan, jika batas waktu sesuai perjanjian sudah habis,” kata Hambali.

Hambali menjelaskan, seharusnya setelah mendapatkan surat peringatan,
pemilik tempat usaha sudah menutup sendiri. Namun, jika masih buka,
BPTPM limpahkan ke Satpol PP, sesuai dengan perjanjian tersebut. “Ya,
tinggal bagaimana kajian Satpol PP saja, apakah akan berkoordinasi dulu
dengan tim PPNS atau bagaimana. Itu kan yang bisa menentukan
rekomendasinya seperti apa hanya tim PPNS itu, yang terdiri dari, Bagian
Hukum Pemkot, Kejaksaan, Satpol-PP dan Pihak Kepolisian,” kata Hambali.

Saat ditanya terkait dengan langkah pencabutan izin usaha dari pihaknya
bagi pengusaha yang membandel, Hambali berdalih, tugas pihaknya hanya
mengingatkan kepada pengusaha resto dan hotel. “Secara aturan melanggar,
kalau eksekutor untuk penertiban itu dari Satpol-PP. Kalau ditutup
takutnya kita di PTUN-kan, tanpa ada rekomendasi dari tim PPNS,” kata
Hambali.

Diketahui, pada Selasa(11/2/2015) Pertemuan Badan Pelayanan Terpadu dan
Penanaman Modal (BPTPM) Kota Serang bersama pengusaha kafe dan resto,
diakhiri dengan pembuatan berita acara yang berisi kesepakatan
mengembalikan usaha sesuai dengan Izin dengan jangka waktu 3
bulan.(Fauzan Dardiri)