MERAK – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak akan menata areal permakaman Syekh Jamaluddin yang berada di tengah area Pelabuhan Merak, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. ASDP melakukan itu setelah memangkas sebagian lahan bukit yang terdapat makam Syekh Jamaluddin untuk perluasan perlabuhan dan pembangunan dermaga.

“Setelah sekeliling bukit kita rapikan paska pelebaran jalur, kita akan menata dan memperindah bukit makam Syekh Jamaluddin agar peziarah nyaman. Target kita, Lebaran tahun ini sudah selesai,” ungkap Manager Usaha Pelabuhan Merak Nana Sutisna kepada radarbanten.com, Sabtu (1/3/14).

Tahap awal, ASDP akan memperbaiki jalan menuju makam dan menata sekeliling makam. Mushola dan toilet sudah direnovasi, serta disediakan saung-saung untuk istirahat peziarah. Warung-warung di sekitar makam, lanjut dia, juga akan ditata. Kaki bukit untuk pedagang makanan dan oleh-oleh khas Banten.

Sarnata, penjaga makan Syekh Jamaluddin, mengungkapkan, setiap hari peziarah yang datang mencapai ratusan orang. Rata-rata dari luar Provinsi Banten, seperti dari Bogor, Tasikmalaya, Cirebon. “Biasanya ramai malam Jumat,” ungkap Sarnata.

Menurutnya, peziarah yang datang yaitu keturunan dari keluarga yang pernah belajar mengaji dengan Syekh Jamaluddin. Mereka melanjutkan tradisi keluarganya berziarah ke makam Syekh Jamaluddin.

Dikutip dari infotorialbanten.com, Syekh Jamaluddin adalah cucu dari Syekh Maulana Malik Isroil bin Abu Hasan Asy Syadzil. Pada zamannya, Syekh Jamaluddin banyak berjasa dalam melawan penjajahan Portugis, khususnya di perairan Selat Sunda. Namanya sangat terkenal hingga Malaysia dan Singapura. Beliau dikenal sebagai Syekh Putih karena konon selalu mengenakan jubah putih. Makam ini telah menjadi salah satu objek daerah tujuan wisata di Kota Cilegon.

Saat berkunjung ke lokasi makam ini, pengunjung sekaligus dapat menikmati keindahan Selat Sunda dengan hamparan Pulo Merak Kecil dan Pulo Merak Besar yang semakin menambah keindahan pemandangan dari makam ini. Sesekali terdengar peluit dari kapal ferry yang merapat maupun berangkat dari Merak menuju Bakaheuni, Lampung.(Sefrinal Putra)