Bupati Tangerang Buka Peluang Investasi ke Pengusaha Cina

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dan Wakil Walikota Chenzhou Mr Lu Gang ke Pemkab Tangerang di Puspem Tigaraksa, Kamis (18/5).

TIGARAKSA – Kabupaten Tangerang masih jadi magnet bagi investor. Buktinya, Pemerintah Kota Chenzhou, Provinsi Hunan, Cina, berniat menjalin kerja sama investasi dengan Pemkab Tangerang.

Itu dibuktikan dengan kedatangan Wakil Walikota Chenzhou Mr Lu Gang ke Pemkab Tangerang di Puspem Tigaraksa, Kamis (18/5). Lu Gang yang datang bersama sejumlah pengusaha asal kota tersebut, disambut langsung Bupati Tangerang A Zaki Iskandar.

Rombongan diterima di Ruang Wareng. Dalam kesempatan itu, Zaki menjelaskan secara rinci profil Kabupaten Tangerang. Ia juga memaparkan potensi yang ada di Kabupaten Tangerang. Mulai dari bidang pertanian, perdagangan, industri, infrastruktur serta lainnya.

Zaki juga menjelaskan, banyak potensi tersebut bisa dikembangkan di Kabupaten Tangerang dengan luas wilayah mencapai 959,61 km². Zaki juga memaparkan, pihaknya sangat terbuka kepada pengusaha, jika berniat berinvestasi di Kabupaten Tangerang.

”Kami sangat terbuka menjalin kerja sama dengan pemerintahan Kota Chenzhou, karena kami pun masih butuh masukan-masukan dari pemerintahan Bapak (Lu Gang-red),” ujar Zaki.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan sharing mengenai kondisi kedua wilayah yakni Kabupaten Tangerang dan Kota Chenzhou. Mulai seputar masalah infrastruktur hingga mengatasi permasalahan polusi yang ditimbulkan dari industri.

Sementara Lu Gang menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan Pemkab Tangerang. Menurutnya Kabupaten Tangerang memiliki kemiripan secara geografis. Ia pun berharap, agar Zaki bisa melakukan kunjungan balasan ke kotanya.

Untuk membahas kemungkinan kerja sama antara kedua wilayah berbeda negara tersebut. ”Kami menyampaikan terima kasih atas sambutan dari Bupati Tangerang. Harapan kami, Bapak Bupati berkenan datang ke kota kami untuk mempererat komunikasi,” kata Lu Gang, melalui penerjemah bahasa.

Usai berbagi informasi soal wilayah masing-masing, kedua belah pihak saling bertukar cenderamata. Zaki pun mengajak rombongan Lu Gang ke ruang kerjanya. Mereka menyempatkan diri berfoto bersama di ruang kerja Bupati. Rombongan pun bertolak dari kantor bupati sekira pukul 16.00.

Usai menerima rombongan pemerintah dan pengusaha asal negeri tirai bambu itu, Zaki pun menjelaskan kunjungan tersebut merupakan penjajakan awal antara kedua pemerintah daerah untuk kemungkinan terjalinnya kerja sama ke depannya.

Dari pertemuan itu, kata Zaki, pihaknya mencoba memformulasikan Sister City (kota kembar-red) dengan Kota Chenzhou. Sebab, kota tersebut memiliki industri kelautan, manufaktur, real estate, bandara internasional, agrikultur dan lainnya yang hampir sama dimiliki oleh Kabupaten Tangerang.

”Kalau melihat daerahnya, tipikalnya (Kota Chenzhou-red) hampir sama dengan Kabupaten Tangerang,” kata Zaki. Menurut Zaki, dari pertemuan tersebut bukan tidak mungkin pengusaha asal kota tersebut mau menanamkan investasi di Kabupaten Tangerang.
Terlebih, sambungnya, Pemkab Tangerang telah menyiapkan zona di wilayah pantai utara yang bisa dikembangkan oleh para investor seperti kawasan perumahan, air bersih, transportasi dan pelabuhan laut.

”Tinggal mereka pilih. Mau perumahan, industrial estate, air bersih, jalan tol. Yang utara (pantai utara-red) kan memang belum ada (jalan tol-red), nah kalau mereka mau ikut bagian dari investor jalan tol silakan. Plus satu lagi pelabuhan laut yang kita tawarkan, itu justru jadi keunggulan mereka,” ujarnya.

Meski begitu Zaki belum bisa menyebutkan luas wilayah yang berpotensi untuk dikembangkan oleh investor tersebut. Menurutnya, jika sudah ada kepastian dari pihak investor maka diinventarisasi soal letak dan luas lokasi dimaksud.

”Belum lah (luas wilayah-red), baru juga pengenalan, baru nawarin. Nanti kalau mereka mau baru kita tawarkan, ini luasannya begitu kira-kira,” imbuhnya.

Zaki menjelaskan, kedatangan Pemkot Chenzhou tak lepas dari undangan yang ditujukan kepada 10 kota dari 10 negara. Seperti, Kota Perth Australia, Iceon Korea Selatan, Yokohama Jepang dan lainnya.

”Kabupaten Tangerang mengundang sepuluh negara di Asia Pasifik yang kita undang. Tujuannya untuk menjadi Sister City dan kemudian kita tawarkan investasi di sini. Nah yang pertama datang ini ya baru Chenzhou,” imbuhnya.

Diketahui, Sister City merupakan sebuah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan kerja sama ekonomi, budaya dan kontak sosial antarpenduduk. (hen/asp/sub/RBG)