JAKARTA – Seluruh peserta calon presiden (Capres) konvensi Partai Demokrat kebagian pertanyaan tentang strategi untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pertanyaan ini dilontarkan di sesi terakhir debat konvensi.

Lalu strategi apa yang dimiliki oleh Dahlan Iskan, untuk memberantas korupsi yang semakin merajalela di Indonesia?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Dahlan mengaku salut terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia, yang menurutnya cekatan bergerak dalam mengendus kasus korupsi.

“Kita masuk ke ranah yang sangat berat, karena KPK sudah demikian agresif geraknya, tapi korupsi terus terjadi, malah tambah banyak sepertinya. KPK juga tidak pernah menangani korupsi yg dicari-cari,” jawab Dahlan saat debat konvensi di Ballroom Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (27/4).

Meski terasa sulit untuk mewujudkan Indonesia bersih dari korupsi, bekas Dirut PLN itu meyakini bahwa KPK bisa mewujudkan hal itu. Dahlan lantas bercerita bagaimana keadaan di Hongkong, yang saat itu tingkat korupsinya lebih parah dibanding di Indonesia. Namun saat ini Hongkong bisa mewujudkan menjadi negara yang bersih.

“Hongkong pernah parah, sampai kalau ada kebakaran di sana, mereka enggak mau mengeluarkan alat ataupun air untuk memadamkan api, kalau enggak memberikan uang lebih dulu. Di rumah sakit juga begitu, kalau ada yang sakit dan harus diinfus, harus keluar dulu uangnya. Saya rasa di Indonesia tidak sampai separah itu kondisinya,” ulasnya.

Keberhasilan itu lanjut Dahlan, bisa terwujud karena Hongkong membentuk manajemen KPK dengan baik dan bersih. Karenanya Dahlan meminta KPK agar selalu optimistis dalam memberantas korupsi.

“Sekarang perekonomian di Hongkong sudah bagus. Kita tantang KPK ke depan untuk seperti itu. Kita enggak boleh pesimis,” seru pria yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN itu.(chi/jpnn)***